April Bakal Inflasi Lagi

April Bakal Inflasi Lagi

- detikFinance
Selasa, 27 Apr 2010 18:58 WIB
Jakarta - Setelah mengalami deflasi pada Maret lalu, maka pada April ini diprediksi akan terjadi inflasi lagi meski tipis saja. Masa puncak panen yang sudah berlalu diprediksi akan menghentikan laju penurunan harga-harga.

Ekonom Bank Danamon Helmi Arman memperkirakan inflasi pada April akan mencapai 0,13% sehingga inflasi secara year on year mencapai 3,90%. BPS mencatat pada Maret terjadi deflasi 0,14%, sehingga inflasi year on year mencapai 3,43%.

"Kami tidak memperkirakan ada deflasi lebih lanjut untuk keseluruhan harga bahan makanan karena masa panen sudah melewati puncaknya," jelas Helmi dalam review-nya yang dikutip detikFinance, Selasa (27/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ia menggarisbawahi, sejumlah komoditas yang biasa menyumbang inflasi seperti beras, gula dan emas masih akan turun. Harga gula internasional tercatat turun 25% sejak 10 Februari lalu.

"Secara umum, inflasi inti masih cukup stabil dibandingkan dengan standar historis," imbuh Helmi.

Helmi menggarisbawahi adanya kenaikan harga baja domestik dalam beberapa pekan terakhir. Namun hal ini tidak akan secara langsung mempengaruhi harga-harga konsumer.

"Beberapa produsen secara umum masih memiliki ruang untuk menyerap kenaikan harga bahan baku sebelum akhirnya menaikkan harga jual. Beberapa di antaranya sudah meraup laba pada 2009 menyusul anjloknya harga material atau komoditas," imbuh Helmi.

Dengan melihat inflasi yang masih jinak hingga April ini, Helmi memperkirakan BI akan tetap nyaman menggawangi BI Rate di level 6,5%. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads