Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan Perdana Menteri Finlandia ke Indonesia, sinyal investasi Nokia di Indonesia masih ada untuk memproduksi HP di Indonesia. Namun Nokia masih memperhitungkan aspek bisnisnya.
Secara khusus pihaknya meminta agar produsen HP terkenal tersebut membuat pabrik di luar Finlandia khususnya di Indonesia, yang selama ini ada di China dan India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tifatul, pasar HP Indonesia yang sangat besar menjadi potensi produsen HP seperti Nokia untuk berinvestasi di Tanah Air. Selain itu bidang ICT yang terus menggeliat di Indonesia menjadi hal yang penting untuk mendorong investasi.
"Saya gambarkan juga ada 160 juta pengguna handphone di Indonesia, salah satunya saya. Ini juga sangat prospektif jika mereka akan melakukan investasi bisnis," jelas Tifatul.
Seperti diketahui rencana investasi pembangunan pabrik HP di Indonesia selama ini sering 'menggantung' karena produsen HP masih belum nyaman dengan produk-produk HP ilegal yang masih marak di pasar HP di Tanah Air yang jelas-jelas tidak membayar pajak.
Kasus terbaru asalah produsen HP asal China Nexian yang sebelum tahun 2009 mulai produksi HP di Indonesia, namun akhirnya sekarang ini beralih murni menjadi importir.
(hen/dnl)










































