Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan di Komisi XI DPR, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2010).
"Penyerapan anggaran terbanyak diperkirakan akan terjadi mulai triwulan II-2010 ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biaya utamanya untuk belanja pegawai, sedangkan untuk belanja barang masih dalam proses pencairan di KPPN," katanya.
Sementara realisasi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara sebanyak 12,82% atau setara Rp 38,3 miliar dari total Rp 299,37 miliar. "Penyerapannya masih kecil karena umumnya masih dalam proses lelang dan pengadaan," ujarnya.
Realisasi Program Penyempurnaan dan Pengembangan Statistik hanya 1,72% atau sebesar Rp 67,57 miliar dari total pagu Rp 3,93 triliun. Menurutnya, penyerapan baru pada kegiatan rutin seperti Susenas, Sakernas, Survei harga Konsumen, dan sebagainya.
"Biaya terbesar pada kegiatan saat ini pelaksanaan pelatihan petugas, penyerapan yang paling besar akan terjadi di triwulan II," imbuhnya.
Terakhir, realisasi Program Pendidikan dan kedinasan sebesar 23,85% atau sebanyak Rp 3,14 miliar dari total pagu Rp 13,17 miliar. "Penyerapan utama pada kegiatan penyelenggaraan STIS (uang saku mahasiswa dan honor dosen)," katanya.
(ang/dnl)











































