Pembangkit Mini Berbahan CBM Segera Dibangun

Pembangkit Mini Berbahan CBM Segera Dibangun

- detikFinance
Rabu, 28 Apr 2010 13:27 WIB
Pembangkit Mini Berbahan CBM Segera Dibangun
Jakarta - Pemerintah berencana membangun pembangkit-pembangkit skala kecil dengan total kapasitas 23 Megawatt (MW) berbahan bakar Coal Bed Methane (Gas Metana Batubara /GMB) di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

"Kami melihat kemungkinan dikembangkannya pembangkit-pembangkit  skala kecil dengan memanfaatkan produksi awal  CBM," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo di sela acara 'Indocbm 2010' di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2010).

Ia memperkirakan, ada enam blok CBM yang akan berproduksi pada tahun 2011. Keenam blok tersebut adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. GMB Sekayu sebesar 1 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD)
  2. Blok GMB Sangata I sebanyak 1 MMSCFD,
  3. Blok GMB Pulang Pisau  sebanyak 1 MMSCFD,
  4. Blok GMB Tanjung Enim sebanyak 1 MMSCFD,
  5. Blok GMB Barito Banjar II sebanyak 0,25 MMSCFD dan 
  6. Blok GMB Sanga-Sanga sebesar  5 MMSCFD.

"Sehingga totalnya sebesar  9,25 MMSCFD, itu bisa untuk memproduksi listrik sebesar 23,01 MW," kata Evita.

Evita mendorong para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola blok itu bisa menjadi kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yang membangun pembangkit berbahan bakar CBM tersebut di dekat lokasi wilayah kerjanya.

"Kami berharap yang punya WK CBM itu yang bangun pembangkitnya dengan skema IPP," ungkapnya.

Evita mengakui, pihaknya memang akan memprioritaskan pemanfaatkan CBM untuk memenuhi kebutuhan listrik di tanah air. Mengingat saat ini rasio elekttifikasi di tanah air baru mencapai 65 %, sehingga masih ada 35% keluarga di tanah air yang belum dapat menikmati listrik.

"Itu sangat menyedihkan. Maka harusnya listrik mendapatkan prioritas," jelas dia.

Apabila kebutuhan listrik sudah terpenuhi, maka selanjutnya CBM ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan proyek gas kota yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah. Selain itu, opsi lainnya yaitu memanfaatkan CBM untuk sektor transportasi dengan mengubahnya menjadi Compressed natural gas (CNG).

"Setelah itu, baru untuk industri lain," kata dia.

Opsi lainnya yang dipertimbangkan yaitu memanfaatkan CBM untuk diubah menjadi gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG).

"Untuk LNG ini kami tidak sebutkan apakah ekspor atau domestik. Bisa dua-duanya, asalkan keekonomian tercapai," pungkasnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads