BPS Minta Tambahan Anggaran Rp 255,8 Miliar

BPS Minta Tambahan Anggaran Rp 255,8 Miliar

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2010 15:20 WIB
Jakarta - Meskipun penyerapan anggarannya baru mencapai 4,8%, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengusulkan tambahan anggaran sebanyak Rp 255,8 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010. BPS sebelumnya sudah mengajukan usulan tersebut kepada Komisi XI DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Demikian hal itu disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan di Komisi XI DPR, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2010).

"Mengenai usulan APBNP-P 2010, sesuai hasil RDP dengan Komisi XI kami ajukan kepada Menteri Keuangan dan Ketua Komisi XI melalui surat, anggaran sebesar Rp 255,8 miliar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan oleh BPS, di antaranya pengadaan laboratorium bahasa, komputer dan statistik di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) sebesar Rp 7,01 miliar.

Dalam dana sebesar itu juga ada penyesuaian uang saku mahasiswa STIS yang saat ini Rp 500.000 per orang menjadi Rp 850.000 per orang.

"Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dalam proses perkuliahan di STIS dan diharapkan lulusannya akan menjadi tenaga profesional di bidang statistik," ujarnya.

Selain itu, tambahan anggaran juga akan dipakau untuk kegiatan teknis statistik sebesar Rp 19,19 miliar. Kegiatan teknis statistik ini meliputi pengalokasian anggaran transfer ke daerah, berbagai survei untuk menghasilkan angka indeks yang diperlukan dalam DAU/DAK.

Ia mengatakan, sebanyak Rp 45,5 miliar untuk pengadaan peralatan teknologi informasi di antaranya RFID (Radio Frequency Identification) untuk perpustakaan dan server database BPS kabupaten/kota.

BPS juga berencana menyisihkan Rp 152,6 miliar dari usulan tambahan pagu untuk pengadaan tanah dan pembangunan gedung kantor. Rata-rata pengadaan tersebut akan dipakai kantor BPS di daerah, seperti Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Sulawesi Utara, Kota Palembang, dan rumah dinas.

Sementara sisa dana usulan sebanyak Rp 31,5 miliar untuk pengadaan sarana dan prasarana kantor.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads