Dalam pertemuan singkatnya dengan Obama, Sandi mengatakan, Obama tidak sabar untuk mengunjungi Indonesia. Bahkan pembicaraan singkat tersebut dilakukan menggunakan bahasa Indonesia.
"Presiden Obama tidak sabar untuk segera mengunjungi Indonesia dan kebetulan kami memiliki hobi yang sama yaitu bola basket. Mudah-mudahan ada kesempatan untuk beliau berolah raga bersama para pebasket muda nasional di Jakarta," kata Sandi kepada detikFinance, Rabu (28/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama dalam KTT tersebut menekankan pentingnya Amerika Serikat dan negara-negara muslim berkolaborasi dan bersinergi dalam hal kewirausahawan.
"KTT dikemas sangat luar biasa sehingga 250 orang peserta bisa menanggalkan perbedaan agama dan suku bangsa sehingga bisa berdiskusi dengan sangat intensif dalam frekuensi dan kepentingan bersama yaitu meningkatkan kesuksesan usahanya sambil meningkatkan kesejahteraan sesama dengan mengatasi berbagai masalah sosial yang berbeda-beda di setiap negara. Semua peserta aktif berbagi cerita khususnya mengenai pengalaman terbaik atau best practices dan juga berbagi tantangan untuk dipecahkan bersama-sama," tutur Sandi
Selain itu, lanjut Sandi, semua peserta tidak terganggu dengan masalah-masalah lintas negara.
"Banyak peserta yang negaranya sebenarnya sedang bertikai atau tidak sepaham. Tapi itu tidak menjadi hambatan untuk kami tetap bertukar pikiran dan mencari solusi bersama," kata Sandi.Β
Β
"Kalau 250 peserta yang hadir bisa membawa 1,000 gagasan, berarti KTT menghasilkan 250.000 gagasan baru untuk diterapkan di seluruh dunia sehingga bola salju kewirausahaan bisa segera digulirkan. Untuk di Indonesia, kami akan berusaha untuk mengajak perbankan dan institusi pembiayaan untuk turut mendukung inisiatif ini, karena bisa jadi salah satu pilar pertumbuhan dan internasionalisasi perbankan nasional," tambah Sandi.
(dnl/dnl)











































