PLTA Asahan Mulai Dibangun Awal Mei

PLTA Asahan Mulai Dibangun Awal Mei

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2010 17:16 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) akan segera memulai pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan Unit III di Sumatera Utara. Rencananya peletakan batu pertama PLTA dengan berkapasitas 2x87 MW tersebut akan dilaksanakan awal bulan Mei.

Menurut Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin, keberadaan PLTA tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara sehingga dapat membawa multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

"Seluruh listrik yang dihasilkan PLTA Asahan III akan dimasukkan ke sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin kepada detikFinance, Kamis (29/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi pernyataan yang diungkapkan Gubernur Sumut Syamsul Arifin yang berjanji akan segera memberikan izin lokasi kepada PLN bila listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan perusahaan yang membutuhkan listrik besar dalam operasinya seperti PT Indonesia Asahan Aluminium, Murtaqi menegaskan PLN tidak pernah membangun pembangkit untuk kepentingan perusahaan atau perorangan tertentu.

Menurut dia, PLN sangat berkepentingan untuk membangun sendiri proyek PLTA Asahan III, selain untuk menambah daya mampu, proyek tersebut akan semakin menekan biaya pokok produksi listrik di Sumatera Utara, karena biaya pokok produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit berbahan bakar minyak.

Untuk pendanaan proyek tersebut, PLN mendapat pinjaman lunak dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) sebesar US$ 420 juta dengan jangka waktu 40 tahun dan bunga 0,7% per tahun, sehingga tidak perlu mencari-cari dana lagi serta tekah melakukan berbagai tender teknis.

Pembangunan PLTA yang rencananya telah digulirkan sejak 3 tahun yang lalu tersebut selalu terkendala oleh Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang belum kunjung memberikan izin lokasi kepada PLN. Perizinan malah diberikan kepada perusahaan swasta yakni PT Bajra Daya Sentra Nusa (BDSN) yang merupakan pengembang proyek PLTA Asahan I.

Belakangan diketahui perusahaan tersebut belum memiliki AMDAL sebagai syarat pemberian berbagai izin, baik izin prinsip maupun izin lokasi.

Saat ini daya mampu pembangkit di Sumut mencapai 1.233 MW, sementara beban puncak 1.063 MW. Untuk keseluruhan Sumatera, daya mampu sebesar 4.038 MW dengan beban puncak 3.750 MW. Kendati daya mampu tersebut lebih besar dari rata-rata beban puncak, PLN tetap akan membangun beberapa pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan ke depan.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads