Pencairan dana oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dilakukan dengan persetujuan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.
"Kita harapkan paling lambat dana 1 Juli sudah cair, jangan sampai terlambat lagi. Pesawat sudah 1 Juli masuk semua. Masuk secara bertahap," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (30/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dana suntikan sudah masuk, diharapkan Merpati bisa memiliki kinerja yang lebih baik sehingga akan lebih bankable dimata perbankan, pada akhirnya bisa mencari tambahan dana melalui perbankan.
Sebelumnya, Merpati berniat mencari utangan Rp 489,8 miliar tahun 2010 ini. Dananya akan digunakan untuk menambah 20 pesawat sewa. Rencana utangan ini merupakan diluar dari kebutuhan dana penyehatan Rp 310 miliar dari PPA.
"Sisanya dari perbankan dan mereka pasti masih berhutang lagi kan. Rp 310 miliar itu kita harapkan suntikan dana dari PPA karena kita (MNA) belum bankable," kata Said yang juga Komisaris Utama PT MNA.
Seperti diketahui, tahun 2009 lalu PPA telah mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk MNA Selain untuk menambah modal kerja, dana tersebut digunakan untuk membayar pesangon karyawan yang dirumahkan.
(hen/qom)










































