Pengetatan tersebut berguna agar perdagangan Indonesia-China dapat seimbang dan tidak merugikan salah satu pihak.
"Kita harus optimis dan menguatkan kekuatan kita serta mulai mengurangi kelemahan kita agar terjadi perdagangan yang seimbang. Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk setiap produk pun harus kita lakukan benar," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa seperti dilaporkan wartawan detikFinance Syubhan Akib dalam pembukaan paviliun Indonesia di World Expo, Shanghai, China, Sabtu (1/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hatta menjelaskan Asia timur, khususnya China bisa dimanfaatkan Indonesia sebagai pasar di masa depan. Karena kini kawasan tersebut telah mengambilalih 31% perdagangan internasional dan telah menyingkirkan Eropa.
"Untuk itu, kita harus merevitalisasi industri dan menyiapkan segala infrastruktur di dalam negeri," tegasnya.
Saat ini Indonesia baru menerapkan 200 tarif post dari 7.000 pos tarif yang ada. "Dan itu sangat kecil sehingga sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang membuat injury di industri kita," pungkasnya.
Senada dengan Hatta, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang juga hadir di tempat yang sama menjelaskan Indonesia memiliki segala keunggulan untuk dapat bersaing di kancah perdagangan bebas ASEAN-China ini.
Sebab Indonesia menurut Mari memiliki segala potensi. Dan ke depannya kita harus lebih dapat meningkatkan kinerja UKM dan meningkatkan kapasitas produksi.
"Apalagi untuk sumber daya alam, misalnya mineral kita minta semua diolah sebelum diekspor, begitu pula CPO yang harus lebih ditingkatkan lagi," paparnya.
Sedangkan untuk urusan rtel, Indonesia sudah punya strategi tersendiri yakni dengan mengekspor garmen yang berkualitas tinggi dan bermerek. "Mereka main di low end, sedangkan kita main di barang-barang yang bermerek," ujarnya.
World Expo yang diselenggarakan mulai hari ini hingga 31 Oktober mendatang menurut Hatta akan dapat menjadi ajang pertemuan bisnis bagi para pengusaha kedua negara dan diharapkan akan dapat tercipta berbagai perjanjian dagang.
"Di sini kami sudah jadwalkan akan membuat banyak bussiness meeting dengan teman-teman dari China dan itu tentu akan menguntungkan," tandasnya.
(syu/dnl)











































