Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan April 2010 mencapai 0,15%. Dengan begitu besaran inflasi kumulatif Januari-April 2010 adalah sebesar 1,15%, sementara inflasi year on year pada Februari 2010 adalah 3,91%.
"Kita berharap ada deflasi di April, tapi ternyata ada inflasi, gara-gara komoditas yang volatile dan meroket. Inflasi pada tingkat aman, jika dikaitkan dengan target pemerintah 5,3% maka tingkat inflasi masih aman," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/5/2010).
Semua komponen mengalami inflasi, bahan makanan sumbangan terbesar inflasi 0,33%, makanan jadi 0,24, perumahan 0,1%, sandang 0,14%, kesehatan 0,17%, pendidikan 0,01, transportasi 0,04%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua urusan rempah-rempah ini menjadi faktor pendorong inflasi," jelasnya.
Sementara itu untuk beras menyumbang deflasi 0,07 karena masih euforia panen. Gula pasir juga menyumbang deflasi karena harganya di bawah Rp 10.000 per kilogram. (dnl/qom)











































