Beralih ke Listrik Prabayar? Kenapa Tidak...

Beralih ke Listrik Prabayar? Kenapa Tidak...

- detikFinance
Selasa, 04 Mei 2010 08:30 WIB
Jakarta - Jika Anda ingin menambah daya listrik, petugas PLN biasanya akan meminta Anda untuk beralih ke listrik prabayar. Sistem listrik prabayar ini ternyata memiliki kelebihan, yakni pelanggan bisa mengontrol pemakaian listriknya plus minus abonemen.

Bagi pelanggan yang ingin beralih ke sistem prabayar ini, PLN juga tidak mengenakan biaya yang mahal. General Manajer PLN Disajaya dan Tangerang, Purnomo Willy mengatakan, pelanggan pasca bayar yang bermigrasi ke pra bayar, lanjut Purnomo, mereka hanya akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.500 hingga Rp 25.000, tergantung daya yang akan dipasang.

Dimana pelanggan  dengan  daya 2.200 VA ke bawah akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.500, sementara pelanggan di atas 2.200 VA dikenakan tarif Rp 25.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengenaan besaran biaya administrasi ini juga berlaku bagi pelanggan pasca bayar yang akan menaikkan daya dan beralih ke listrik prabayar.

"Kalau misalnya tambah daya dari 900 VA menjadi 1300 VA itu biaya administrasinya hanya Rp 5.500, sedangkan kalau dari 900 VA jadi 3500 VA itu sebesar Rp 25.000," ungkap Purnomo saat dihubungi detikFinance, Selasa (4/5/2010).

Untuk pemasangan listrik baru, PT PLN wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang belum menaikkan tarifnya. Ia berjanji akan menindak tegas aparatnya yang  dengan sengaja menaikkan tarif  pemasangan baru listrik prabayar. Adapun biaya pasang baru prabayar pada saat ini adalah Rp 300 per volt ampere (VA), tanpa uang jaminan.

"Biaya pasang baru listrik prabayar ini, sama dengan pemasangan listrik pasca bayar yaitu Rp 300 per VA, tanpa uang jaminan.  Kalau ada yang main-main infokan ke saya untuk ditindak," tegasnya.

Purnomo mencontohkan, jika seorang calon pelanggan ingin memasang listrik dengan daya 900 VA, maka biaya pemasangannya sebesar Rp 270.000, sedangkan untuk pemasangan 1.300 VA maka biaya dikenakan adalah senilai Rp 390.000.

Mengenai listri pra bayar, Purnomo mengakui, pihaknya memang  menyarankan agar pelanggan pasca bayar yang menaikkan dayanya untuk beralih menjadi pengguna listrik prabayar agar mendapatkan kebebasan dalam membayar rekening.

"Mereka juga tidak perlu membayar abonemen setiap bulannya," kata dia.

Selain itu, kelebihan penggunaan listrik prabayar yaitu para pelanggan juga tidak perlu khawatir akan ada kesalahan pencatatan meteran, tidak direpotkan untuk petugas pencatat meter yang berkunjung setiap bulan sehingga privasi pelanggan tidak terganggu.

Dengan menggunakan listrik prabayar, maka pemakaian listrik sepenuhnya dikendalikan pelanggan sehingga pelanggan tidak perlu khwatir ada pemutusan. Jika Kwh yang dibeli akan mulai habis, maka secara otomatis alarm pada meteran prabayar akan berbunyi.

Terkait adanya keluhan dari para pelanggan untuk mendapatkan voucher isi ulang listrik pra bayar tersebut, Purnomo menyatakan saat ini voucher listrik prabayar sudah  tersedia di seluruh kantor pelayanan PLN di Jakarta dan Tangerang. Selain itu voucher ini bisa juga didapatkan di bank
Bukopin, Mandiri, BRI, BPR KS, NISP dan Artha Graha.

"Bahkan untuk bank Bukopin dan Mandiri, pelanggan sudah bisa beli lewat ATM dan SMS banking,"tambahnya.

Adapun voucher isi ulang yang bisa dibeli bervariasi mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000, sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Untuk diketahui, listrik prabayar merupakan layanan baru dari PLN untuk konsumen dalam pengelolaan konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar sesuai kebutuhannya.

Pada tahun 2007, listrik prabayar pertama kali dinikmati masyarakat Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Untung. Kemudian pada tahun 2009, pertama kalinya listrik prabayar mulai dinikmati pelanggan listrik di wilayah Jakarta dan Tangerang.

Hingga kuartal I 2010, PLN Disjaya Tangerang telah berhasil menggaet 36.000 pelanggan listrik prabayar, dan diharapkan jumlah ini bisa meningkat menjadi 80.000 pelanggan pada akhir tahun ini.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads