Demikian hasil laporan Tim Harga Minya Indonesia yang dikutip dari situs Kementerian ESDM, Selasa (4/5/2010).
Peningkatan ICP ini sejalan dengan peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diperngaruhi oleh beberapa faktor. Yaitu evaluasi yang dilakukan sejumlah analis pasar minyak untuk tahun 2010 seperti IEA (International Energy Agency) dalam laporan bulan April 2010 yang memperkirakan permintaan minyak global untuk tahun 2010 akan mengalami peningkatan sebesar 1,7 juta barel per hari menjadi 86,6 juta barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, evalusasi yang dilakukan oleh Energy Information Administration (EIA) dari AS memperkirakan konsumsi minyak dunia di 2010 meningkat 1,46 juta barel per hari menjadi 85,5 juta barel per hari atau naik 7%. Karena membaiknya perekonomian global.
Selain itu, EIA mengatakan stok bensin di AS mengalami penurunan walaupun kilang-kilang AS beroperasi pada level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan mulai membaiknya permintaan akan bahan bakar AS.
Kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada level yang sangat rendah saat ini yaitu 0%-0,25%, sehingga diharapkan dapat menstimulasi perekonomian AS.
"Menguatnya pasar ekuitas global dan melemahnya nilai tukar dolar AS, terutama terhadap euro antara lain karena melonggarnya krisis utang Yunani, juga mempengaruhi harga minyak internasional," papar Tim Harga Minyak Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun 2010 bisa saja terjadi, jika harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata dalam setahun naik 10% dari harga asumsi ICP dalam APBN-Perubahan (APBN-P) 2010 yang sebesar US$ 80/barel.
"Pemerintah menghargai pemberian diskresi dan pemberian kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan kebijakan penyesuaian harga BBM dalam negeri, bilamana harga ICP rata-rata dalam 1 tahun mengalami kenaikan lebih dari 10% dari harga ICP yang diasumsikan dalam APBN-P 2010 yaitu US$ 80/barel," tuturnya.
Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan April 2010, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik US$ 3,29 per barel, dari US$ 81,29 per barel menjadi US$ 84,58 per barel.
- Brent (ICE) naik US$ 5,82 per barel, dari US$ 79,93 per barel menjadi US$ 85,75 per barel.
- Tapis (Platts) naik US$ 5,82 per barel, dari US$ 81,58 per barel menjadi US$ 87,40 per barel.
- Basket OPEC naik US$ 5,03 per barel, dari US$ 77,21 per barel menjadi US$ 82,24 per barel.










































