Krakatau Steel Siap Masuk Inalum

Krakatau Steel Siap Masuk Inalum

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2010 16:57 WIB
Krakatau Steel Siap Masuk Inalum
Jakarta - PT Krakatau Steel (KS) menyambut baik usulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar perseroan mengambil alih kelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) setelah kontrak Jepang sebagai pemilik saham mayoritas berakhir di 2013. Namun KS masih harus mempelajari lebih mendalam, agar tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan.

Demikian disampaikan Direktur Utama KS Fazwar Bujang sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR-RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

"Kita akan turuti apa yang diputuskan pemerintah," jelasnya. Ia menambahkan, perseroan harus mempelajari usulan Kementerian BUMN tersebut, sejalan denganΒ  proses negosiasi dengan Jepang sedang berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kami harus pelajari lebih mendalam," ucapnya.

Mustafa Abubakar pernah menyampaikan bahwa ada dua BUMN yang telah siap untuk mengambil alih kelola PT Inalum. Mereka adalah KS dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

"Kita undang bagi BUMN yang berminat untuk masuk ke dalam proyek Inalum jika nanti suatu saat proyeknya telah habis dengan Jepang," ujar Mustafa kemarin.

Masa berlaku build, operate, and transfer (BOT) Inalum dipastikan akan berakhir 2013. Sesuai kontrak, tiga tahun sebelum masa berlaku BOT habis, kontrak bisa diperpanjang dan NAA telah menyampaikan permintaan perpanjangan kepada Pemerintah Indonesia melalui surat No SCNA-001 tertanggal 26 September 2009.

Jepang sekarang menguasai 58,9% saham Inalum melalui Nippon Asahan Alumminium (NAA). Sementara, pemerintah Indonesia hanya memiliki 41,1%. Saham NAA dikuasai 50% oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan 50% milik swasta Jepang.

Saat ini, sebanyak 60% dari produksi alumunium Inalum sebesar 225.000 ton, diekspor ke Jepang. Maka dari itu, Jepang berkepentingan agar BOT Inalum diperpanjang guna mengamankan pasokan aluminiumnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads