"Kita menambah power plan. Jadi ada tambahan sekitar Rp 220 miliar," kata Direktur Utama KS Fazwar Bujang, saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/5/2010) malam.
Ia menjelaskan, penambahan investasi power plant ini digunakan untuk pemanfaatan limbah gas buang dari hasil pengolahan bijih besi. Gas buang ini, setelah diolah, rencananya akan dijual ke PT PLN (Persero).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk investasi berdenominasi Dollar Amerika Serikat (AS) sebanyak US$ 65 juta, tidak terjadi penambahan. Rencananya pabrik berkapasitas 300.000 ton per tahun ini, pembangunannya akan tuntas di bulan Juli 2011.
"Sekarang itu sudah sampai 45%. Jadwal kita Juli 2011 harus beroperasi," paparnya.
(wep/ang)











































