"Dengan demikian mulai hari ini pelanggan tidak lagi merasakan pemadaman bergilir kecuali pemadaman karena adanya gangguan setempat yang bersifat lokal," ujar Manager Humas PLN, Bambang Dwiyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (5/5/2010).
Sebelumnya, PLTGU Sengkang sempat berhenti beroperasi karena tidak mendapat pasokan gas dari lapangan gas kampung baru Kab Wajo yang dikelola PT Energy Equity Epic Sengkang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya daerah dapat Dana Bagi Hasil (DBH), tapi mereka tidak dapat. Tapi yang namanya DBH itukan bukan kewajiban perusahaan tapi pemerintah pusat yang bayarkan DBH ke daerah,” kata Dahlan, kemarin.
Demonstrasi ini berlangsung hingga hari Jumat pekan lalu dan puncak demonstrasi terjadi pada hari Sabtu sehingga BP Migas memutuskan untuk menghentikan pengoperasian instalasi gas dikelola PT Energy Equity Epic Sengkang.
Berhentinya PLTGU Sengkang tersebut telah mengakibatkan pemadaman bergilir di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terutama pada waktu beban puncak pukul 18.00-22.00 sekitar 25 %.
Beban puncak di sistem Sulselbar adalah 550 MW. Sementara pasokan dari PLTGU Sengkang dalam kondisi normal sebesar 195 MW. PLN berupaya semaksimal mungkin meminimalisir pemadaman dengan berbagai cara seperti menyalakan pembangkit milik PLN berbahan bakar solar, mempercepat pemeliharaan pembangkit, meminta partisipasi industri untuk sementara menggunakan pembangkitnya sendiri dan menghimbau pelanggan umum untuk berhemat.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pelanggan industri yang bersedia menggunakan pembangkit sendiri dan pelanggan umum yang telah menghemat listrik sehingga dapat meminimalisir pemadaman bergilir selama beberapa hari terakhir," ungkap Bambang.
(epi/ang)











































