Pemerintah akan menjaga iklim perekonomian Indonesia selepas kepergian Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 1 Juni mendatang untuk menjadi Managing Director Bank Dunia. Perekonomian Indonesia dijamin tidak akan jatuh terlalu dalam.
"Kita akan melakukan hal-hal yang sifatnya sangat prudent. Fundamental ekonomi kita cukup baik, jadi tidak usah berspekulasi terlalu jauh dan Presiden mengatakan policy kita correct, tidak akan berubah," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Ia mengatakan, melemahnya beberapa indikator ekonomi Indonesia belakangan ini tidak hanya terkena imbas dari pengunduran diri Sri Mulyani saja, melainkan ada faktor-faktor kuat lainnya, seperti pelemahan di tingkat regional. Namun, menurut Hatta hal itu hanya akan terjadi sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, semua kebijakan pemerintah terhadap perekonomian Indonesia selama ini turun langsung dari Presiden SBY, dengan begitu, kehilangan satu menteri tidak akan berpengaruh secara signifikan.
"Mengalir dari Bapak Presiden kepada Menteri, yang jelas kita menata ekonomi kita dengan prudent," katanya.
Ia menambahkan, melemahnya indikator ekonomi Indonesia saat ini tidak akan mempengaruhi para investor asing. Baik investor asing maupun lokal masih belum kehilangan kepercayaan untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.
"Saya kira investor bisa melihat kondisi kita yang akan membaik, fundamental baik, pasar modal kita kuat, jadi saya kira pasar akan melihat itu," ujarnya.
Nilai tukar rupiah dan IHSG hingga perdagangan Kamis pukul 10.45 WIB masih melemah. IHSG tercatat turun 41,990 poin (1,46%) ke level 2.804,249. Sementara nilai tukar melemah ke level 9.225 per dolar AS.
(dru/ang)











































