“Produksi harian saat ini saja sudah mencapai 970.000 bph. Kalau 965.000 bph, untuk rata-rata produksi bulan ini sudah bisa lewat,” kata Kepala BP Migas R Priyono di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Menurut Priyono, peningkatan produksi minyak tersebut disebabkan oleh dihapuskan pembatasan cost recovery dalam APBN 2010 sehingga membuat para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali bergairah untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi dan produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lainnya yang mendorong peningkatan produksi yaitu dipercepatnya proses persetujuan program kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B) tahun 2010 yang sudah rampung pada tahun 2009.
“Dengan itu dipercepat maka pada awal Januari semua sudah bisa bergerak,” kata dia.
Melihat kondisi ini, membuat Priyono menjadi semakin optimis. Ia memperkirakan produksi minyak mulai bulan Juni bisa mencapai 985.000 bph.
“Kalau itu tidak bisa dicapai justru kami akan pertanyakan kenapa itu bisa terjadi," tandasnya.
Adapun realisasi produksi minyak mulai Januari hingga 22 April 2010 tercatat 956.000 bph, sedangkan realisasi lifting mencapai 964.000 bph.
(epi/ang)










































