Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P. Nasution saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
"Yang jelas harapan kita pimpinan yang baru dapat meneruskan progran reformasi yang sudah diletakkan landasannya oleh Sri Mulyani, dan sudah jalan, hasilnya pun sudah dapat dilihat dalam peningkatan kinerja, efisensi belanja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak PR memang yang tidak bisa diselesaikan dalam tempo yang singkat," ujarnya.
Mulia mengaku merasa kehilangan atas kepergian Sri Mulyani ke Bank Dunia. Namun, di sisi lain dirinya bangga karena salah satu warga Kemenkeu bisa diterima dunia.
"Satu pihak itu adalah berita yang membanggakan kita. Itu pendapat saya sebagai salah satu warga Kementerian keuangan atas kepemilihan ibu. Di lain pihak, kita yang sudah 4,5 tahun di bawah kepemimpihan beliau sangat kehilangan," ujarnya sendu.
Mengenai kepergian Sri Mulyani akan bersama keluarganya atau tidak, Mulia tidak berani menjawab.
"Itu personal tanya ibu saja," elaknya.
Sri Mulyani akan segera meninggalkan posnya sebagai Menkeu untuk menjadi Managing Director di Bank Dunia per 1 Juni 2010. Mundurnya Sri Mulyani pada Rabu lalu sempat mengguncangkan pasar finansial Indonesia.
Kini semua pihak sedang mencermati siapa calon pengganti Sri Mulyani. Beberapa nama yang disebut untuk menggantikan Sri Mulyani adalah Anggito Abimanyu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal), Armida Alisjahbana (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Agus Martowardojo (Dirut Bank Mandiri), Darmin Nasution (pjs Gubernur BI).
(nia/qom)










































