Produksi Donggi Senoro Bisa Molor ke 2016

Produksi Donggi Senoro Bisa Molor ke 2016

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2010 14:03 WIB
Produksi Donggi Senoro Bisa Molor ke 2016
Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo memperkirakan proyek Donggi Senoro akan molor lagi menjadi tahun 2015-2016 jika keputusan soal kelanjutan proyek tersebut belum juga diputuskan oleh Wakil Presiden Boediono.

"Sebetulnya kalau ini bisa kita selesaikan di awal 2010 masih bisa mencapai di 2014. Tapi sekarang sudah lewat dan ini pasti akan geser," kata Evita di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Namun Evita berharap dalam waktu dekat masalah kelanjut proyek ini bisa diputuskan oleh pemerintah sehingga proyek tersebut tidak akan terus tertunda-tunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harapkan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita segera putuskan. Kemarin Wapres minta, tapi ya kita lihat saja nanti. Dengan ada tambahan data ini, mudah-mudahan bisa membuat ini lebih cepat," ujarnya.

Seperti diketahui, tiga calon pembeli gas Donggi-Senoro mengancam batal beli gas yang dihasilkan dari lapangan Senoro Matindok, jika pemerintah tidak segera memberikan keputusan soal kelanjutan proyek tersebut. Ketiganya memberi tenggat waktu hingga bulan Juni kepada pemerintah untuk memutuskan soal ini.

Ketiga calon pembeli tersebut yaitu Kyushu Electric Power Co Inc, Korean Gas Corp (Kogas), dan Chubu Electric Power. Chubu telah memiliki kontrak pembelian 1 juta Metric Ton per tahun selama 15 tahun, sementara Kyushu dan Kogas akan menyerap LNG yang sebelumnya akan dibeli Kansai sebanyak 1 juta metric ton per tahun.

Rencananya, Kyushu akan menyerap 0,3 juta metrik ton per tahun dan Kogas 0,7 juta metrik ton per tahun. Dengan lama kontraknya sekitar 15 tahun. Proyek Donggi Senoro menjadi terkatung-katung karena adanya keputusan pemerintah dalam rapat yang dipimpin Wakil Presiden yang saat itu dijabat Jusuf Kalla yang memutuskan gas Senoro hanya untuk domestik.

Padahal sebelumnya, pengembang proyek ini yaitu Konsorsium Donggi-Senoro (DS) LNG telah menyepakati Head oF Agreement (HoA) jual beli gas dengan Chubu Electric Power Co Inc dan Kansai Electric Power Co Inc masing-masing sebesar 1 juta Metric Ton per tahun selama 15 tahun.

Keputusan ini soal alokasi gas untuk proyek ini pun tertunda-tunda karena adanya tarik menarik antara ekspor dan domestik.

Beberapa waktu lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku sudah mengirimkan surat resmi kepada Wakil Presiden Boediono mengenai rekomendasi alokasi gas Donggi-Senoro. Isinya merekomendasikan kombinasi domestik dan ekspor untuk alokasi gas tersebut.

Surat resmi bernomor S-36/M.EKON/03/2010 kepada Wapres Boediono tanggal 8 Maret 2010 yang menyatakan pihaknya setuju dengan usulan Menteri ESDM Darwin Saleh yakni pengembangan gas Senoro menggunakan opsi kombinasi ekspor dan domestik untuk kebutuhan industri pupuk dan PLN.

Opsi tersebut, sudah didukung hasil kajian independen Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) sesuai arahan Wapres. Dalam kajiannya, LAPI ITB menyarankan gas Senoro dikembangkan dengan skenario ekspor LNG sebesar 335 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan pemakaian dalam negeri bagi PT Pusri 60 MMSCFD dan PT PLN 30 MMSCFD.

Menurut Hatta harus ada kombinasi ekspor dan domestik untuk gas Senoro adalah karena pada tahun 2014 di saat gas Senoro mulai berproduksi, pasar gas internasional akan banjir pasokan terutama dari Qatar. Dengan telah disampaikannya rekomendasi tersebut, maka keputusan alokasi gas dari lapangan Senoro tinggal menunggu persetujuan Wapres.

 

 
(epi/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads