Pemerintah Minta Modifikasi LNG Terminal Arun Dipercepat

Pemerintah Minta Modifikasi LNG Terminal Arun Dipercepat

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2010 15:19 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendesak agar modifikasi LNG Terminal Arun bisa dipercepat. Terminal ini diharapkan bisa menjadi terminal darurat sambil menunggu Floating Storage Receiving Terminal di Sumatera Utara dan Jawa Barat selesai dibangun.

"Kalau kita menunggu receiving terminal yang mau dibangun, kelihatannya masih makan waktu sekitar 1,5 tahun. Makanya kita berharap agar terminal darurat ini bisa selesai lebih cepat," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Menurut Mustafa, modifikasi LNG terminal Arun milik ExxonMobil tersebut nantinya akan dikerjakan oleh perusahaan patungan Pertamina dan PGN atau bisa saja dikerjakan oleh Pertamina atau PGN. Saat ini kedua BUMN yang bergerak di sektor Migas tersebut sedang melakukan kajian mengenai modifikasi dari proyek tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka masih mempelajari. Apakah nanti jalan sendiri atau siapa yang lebih unggul nanti masuk. tapi tidak tertutup kemungkinan sama-sama antara Pertamina dan PGN," kata dia.

Mustafa berharap keberadaan terminal penerima Arun ini bisa membantu mengatasi defisit gas yang dialami di Aceh dan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

"Jadi nanti gas-gas yang dari dalam negeri maupun luar negeri itu bisa ditampung di sana untuk memenuhi kebutuhan domestik," pungkas Mustafa.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads