"Dari 12 perusahaan yang ikut tender EPC, sekarang tinggal enam perusahaan," kata Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan sebelum mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/5/2010).
Rencananya, pemenang tender pemenang tender akan mendanai proyek senilai US$ 60 juta tersebut.
Dahlan menargetkan kabel yang akan membawa listrik dari Banyuwangi (Jawa Timur) ke Gilimanuk (Bali) tersebut akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan berharap kehadiran kabel bawah laut ini dapat memperkuat interkoneksi Jawa-Bali yang sudah ada. Pasalnya, saat ini dari 11 kabel bawah laut yang sudah ada, sembilan diantaranya sudah rusak, sehingga hanya tersisa dua kabel dengan kapasitas 200 MW.
"Jadi kalau ini ada, bisa tambah 200 MW sehingga totalnya bisa 400 Mw," kata dia.
Namun sayangnya, Dahlan enggan menyebutkan nama enam perusahaan yang tersisa dalam tender EPC tersebut.
"Nama-namanya saya tidak hafal. Tapi perusahaan-perusahaan itu ada yang dari Eropa , Jepang, dan China," imbuhnya.
(epi/qom)











































