Dampak 'Sri Mulyani Effect' Mulai Memudar

Dampak 'Sri Mulyani Effect' Mulai Memudar

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2010 13:15 WIB
Jakarta - Mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan hanya memberikan efek sesaat saja. Terbukti setelah bursa-bursa membaik menyusul keluarnya paket penyelamatan krisis Yunani, pasar finansial Indonesia pun ikut membaik.

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, mundurnya Sri Mulyani dari posisinya sebagai Menteri Keuangan sebenarnya tidak terlalu memengaruhi pasar. Minggu lalu, pasar saham memang jatuh, tetapi bukan sepenuhnya karena kabar tersebut melainkan bursa global yang memang jatuh.

Namun hal tersebut bisa diatasi dengan adanya usaha dari pihak Yunani untuk mengatasi krisis di negaranya tidak menjadi krisis ekonomi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Eropa juga ada usaha tidak membuat krisis Yunani menjadi krisis global. Seperti yang Anda lihat di sini, pasar sudah mulai baik. Padahal pengganti Menteri Keuangannya belum ada tapi bursa global sudah positif," jelasnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (10/5/2010).

Pada hari ini, mayoritas bursa-bursa regional termasuk Indonesia juga sudah mulai menghijau setelah Uni Eropa dan IMF menyepakati penyelamatan krisis senilai 750 miliar euro atau sekitar US$ 1.000 miliar. IHSG bahkan sudah mendekati lagi level psikologis 2.800.

Purbaya juga yakin Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,7% di tahun 2010 tanpa kendali Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan. Pemerintah dan BI harus mempertahankan kebijakannya untuk menggapai target tersebut.

Yang terpenting, lanjut dia, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2010 adalah dengan menyelesaikan semua program yang sudah direncanakan tepat waktu. Bank Indonesia juga perlu memastikan kebijakan bisa berjalan dengan menjaga BI Rate sehingga suku bunga pinjaman rendah pula.

"Dengan begitu membuktikan fundamental kita baik. Walaupun menterinya ganti, gak ngaruh," ujarnya .

Purbaya yakin, Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan. Apalagi melihat pertumbuhan kuartal I ini yang mencapai 5,7%. Namun, Presiden SBY tetap harus memilih pengganti Menteri Keuangan secara hati-hari karena akan berpengaruh pada sentimen pasar.

"Pasar akan melihat kemampuan orang yang baru itu. Kalau yang dipilih pas, market akan merespons positif," ujarnya.
(nia/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads