BPS: 130.000 Tukang Ojek Beralih Profesi

BPS: 130.000 Tukang Ojek Beralih Profesi

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2010 14:05 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan tenaga kerja di sektor transportasi khususnya jasa transportasi ojek pada Februari 2010. Bahkan tenaga kerja sektor pertanian juga mengalami hal yang sama.

Kepala BPS Rusman Heriawan menjelaskan bisnis angkutan ojek saat ini mulai jenuh, sehingga para tukang ojek terpaksa meninggalkan sektor angkutan ojek. Ini karena implikasi dari harga kendaraan motor yang murah, sehingga masyarakat lebih memilih memiliki motor sendiri.

"130.000 orang kejenuhan sektor transportasi di sektor ojek. Bukan pilot pesawat tapi, ini lebih pada pilot sepeda motor," kata Rusman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umumnya mantan pekerja ojek tersebut beralih profesi menjadi pekerja di sektor lain yang dianggap menjanjikan seperti sektor pabrik, pekerja keamanan bahkan sektor properti yang menggeliat mendorong mantan tukang ojek menjadi buruh bangunan.

Bahkan kata Rusman di sektor pertanian pada periode yang sama tercatat 200.000 orang meninggalkan sektor pertanian. Hal ini didominasi oleh tenaga muda pedesaan yang mencoba mencari pekerjaan di luar pertanian yang dianggap lebih prospektif.

"Anak-anak muda berpikir bahwa sektor pertanian itu menjadi pilihan terakhir," katanya.

Ia menjelaskan proyeksi pertumbuhan produksi sektor pertanian yang pada tahun ini yang diperkirakan hanya 1%, atau jauh lebih rendah dari tahun 2009 lalu yang mencapai 5% menopang adanya tren pergeseran tenaga kerja pertanian ke sektor lain. Misalnya ia mencontohkan pada tahun lau produksi padi mengalami produksi yang luar biasa, sedangkan pada tahun ini mengalami penurunan meski dalam koridor positif.

"Ini berbahaya kalau tenaga produktif tersebut, kalau sektor pertanian bukan menjadi pilihan utama," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads