Hal ini disampaikan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar usai rapat kerja dengan Komisi VI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/5/2010).
"Angka yang belum terbayarkan itu akan masuk ke APBN berikutnya. Mestinya APBN-P 2010, tapi karena tidak sempat maka akan masuk dalam APBN 2011," kata Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin cepat pengantiannya, maka akan meringankan beban anggaran Bulog. Saya harapkan Kemenkeu bisa memasukkan ini dalam anggaran 2011," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kerugian yang dialami Bulog itu seperti kerugian yang dialami oleh PT Merpati Nusantara atau PT Djakarta Lloyd.
"Itu adalah defisit yang disebabkan belum dibayarnya oleh pemerintah harga penjualan beras Bulog kepada pemerintah. Kekurangan itu seperti margin PLN dan alpha Pertamina," tegasnya.
(epi/dnl)











































