"Untuk itu atas nama Kemenkeu, mohon maaf kalau ada insiden oknum kita (dalam upaya reformasi ini)," ujar Sri Mulyani di sela-sela rapat Rencana Anggaran Kementerian Lembaga (RAKKL) dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/5/2010).
Sri Mulyani menyatakan oknum seperti Gayus itu membuat citra reformasi birokrasi menjadi cacat. Namun, lanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi reformasi birokrasi yang sudah berjalan masih bisa dirasakan keberhasilan program tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain permintaan maaf, pada kesempatan itu Sri Mulyani juga memberikan ucapan terima kasih kepada Komisi XI DPR RI atas dukungan terhadap usaha reformasi birokrasi. Sri Mulyani menilai pada prinsipnya semua kritikan yang masuk itu baik. Oleh karena itu, semua masukan yang membangun akan diterima.
"Kepada Komisi XI yang juga wakil dan mencerminkan suara rakyat, kami menghargai pendapat itu (upaya perbaikan pemerintahan), untuk itu kami mengucapkan terima kasih," ungkapnya.
Dukungan yang diberikan Komisi XI terus menerus reformasi keuangan di Kementerian Keuangan tersebut, aku Sri Mulyani, sangat memengaruhi semangat pegawai Kementerian Keuangan.
"Apa yang disampaikan tadi (tentang remunerasi) memberi harapan dan mematikan semuanya. Kami terima kritikan dan semuanya. Kalau hubungan basisnya saling percaya dan menghormati, maka masukan akan terus memperbaiki kinerja," tutupnya.
(nia/dnl)











































