Tangerang Kuasai 40% Pasokan Properti di 2010

Tangerang Kuasai 40% Pasokan Properti di 2010

- detikFinance
Selasa, 11 Mei 2010 13:24 WIB
Jakarta - Wilayah Tangerang diprediksi akan mendominasi pasokan hunian perumahan di kawasan Jabodetabek hingga 40%, atau setara dengan 146.182 unit. Total hunian Jabodetabek hingga akhir tahun diperkirakan akan mencapai 365.456 unit atau meningkat 4% dibandingkan posisi di triwulan I-2010, yang berjumlah 351.400 unit.

Demikian disampaikan Head of Strategic Consultancy Procon Savills, Utami Prastiana dalam Jakarta Quartery Property Market Review di Kantornya, gedung BEI, SCBD, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

"Tangerang mencapai 30-40%. Sampai saat ini pasokan kumulatif mencapai 351.400 unit. Akan meningkat 4% di akhir tahun," kata Utami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan pasokan ini sejalan dengan membaiknya ekonomi nasional. Pangsa pasar menengah atas dan atas (middle up and up size) diprediksi akan semakin banyak terbangun.

Ia menambahkan, pasar di segmen ini akan banyak disediakan di wilayah Tangerang. Pasalnya area ini dinilai banyak konsumen memiliki akses dan infrastruktur yang baik, dibanding wilayah lain seperti bekasi ataupun Bogor. Dan pengembangpun berlomba-lomba membangun cluster baru dari land bank yang telah mereka miliki.

"Kita tahu, Tangerang banyak membangun cluster-cluster baru. Seperti Alam Sutera yang bangun akses baru ke tol. Ini langsung disambut pasar. BSD (City) juga, dia baru buka cluster-cluster baru.Β  Akses mereka juga baik, apalagi saat JORR II dan I terhubung," jelasnya.

Namun untuk wilayah Tangerang, memang lebih bangun diperuntukkan oleh kelas middle up dan up. Lain halnya dengan kawasan Bogor Utara dan Cibitung, yang lebih mengutamakan view resort.

Selama triwulan I-2010, tercatat penambahan pasokan baru sebanyak 22.820 unit, dari yang sudah ada sebesar 351.400 unit. Angka ini naik 25% dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Ini disebabkan layanan sales dari pengembang yang lebih baik, dengan bunga KPR yang lebih baik di 8-10%. Tahun lalu saja masih 10-12%, ini sangat berpengaruh. Perpanjangan down payment,serta cicilan juga mempengaruhi," tambahnya.

Lanjut Utami, proyeksi pertumbuhan permintaan residensial dalam dua tahun ke depan mencapai 4%. Pengembang pun berlomba-lomba meluncurkan cluster-cluster baru di beberapa waktu ke depan.

"Kawasan ini (Cibitung-Bogor Utara) ke depan juga berkontribusi besar terhadap pasokan hunian, karena dalam dua tahun, dari RTRW-nya, tol BORR II akan terhubung hingga Bekasi, hingga melewati area Cileungsi," papar Utami.

Untuk segmen kondominium, juga diprediksi akan meningkat akibat turunnya suku bunga KPA, menjadi 9-10%. Total pasokan kondominuim di Jakarta selama triwulan I-2010 mencapai 71,760 unit. Dimana tingkat hunian mencapai 97%, dengan tingkat okupansi meningkat hingga 74%.

Sementara untuk penjualan kondominium yang masih berjalan tahap pembangunannya, mencapai 2.200 unit. Sebagian besar merupakan segmen menengah atas di kawasan Jakarta Selatan.

"Tahun ini diprediksi yang siap beroperasi adalah Sahid Residences dan Gandaria Residences. Rata-rata tingkat penjualan dari kondominium meningkat menjadi 68%," imbuhnya.

Procon memproyeksi, pasokan baru kondominum pada triwulan II-2010 hingga 2011 berjumlah 12 ribu unit.

"Kompetisi akan tetap tinggi, untuk itu pengembang masih akan memberi insentif menarik dengan pola pembayaran tertentu. Kebijakan pemerintah untuk menjaga tingkat suku bunga juga diprediksi akan membantu penyerapan kondominium," pungkas Utami.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads