"Dua cabang ini tumbuh karena indeks produksinya naik 26,43%," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi di kantornya, Jakarta, Selasa (11/5/2010).
Ia menjelaskan umumnya pertumbuhan industri pada Triwulan I-2010 relatif mengalami pertumbuhan lebih kecil dari pertumbuhan industri triwulan berikutnya. Ia optimis dengan realisasi pertumbunan industri pada triwulan I yang cukup signifikan maka triwulan II akan melampaui dari periode tersebut, bahkan target pertumbuhan industri pada tahun 2010 yang mencapai 4,25% akan terlampaui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada triwulan I-2010 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu pertumbunan sektor industri makanan, minuman dan tembakau hanya sebesar 0,7,4%, alat angkut, mesin dan peralatan 10,12%; tekstil, barang kulit, alas kaki sebesar 0,32%; barang kayu dan hasil hutan sebesar -3,46%; kertas dan barang cetakan -1,74%%; pupuk, kimia dan barang dari karet 3,85%; semen dan bahan galian non logam 7,5%; logam dasar, besi dan baja -1,01%, barang lainnya -1,47%.
Kontribusi sektor industri seperti makanan, minuman dan tembakau menopang sebesar 7,2%, alat angkut, mesin dan peralatan 6,12%, tekstil, barang kulit, alas kaki sebesar 1,97%, barang kayu dan hasil hutan sebesar 1,32%, kertas dan barang cetakan 1,03%, pupuk, kimia dan barang dari karet 2,82%, semen dan bahan galian non logam 0,75%, logam dasar, besi dan baja 0,43%, barang lainnya 0,17%.
Pertumbuhan Industri pada triwulan IV-2009 sebesar 1,08% sedang total pertumbuhan industri pada tahun 2009 hanya 2,52%. Pada tahun 2008 pertumbuhan industri sempat mencapai 4,05%, tahun 2007 sebesar 5,15%, tahun 2006 sebesar 5,27%, tahun 2005 sebesar 5,86% dan tahun 2004 sempat menembus 7,51%.
(hen/qom)











































