Harga Properti Diprediksi Naik 10% di 2010

Harga Properti Diprediksi Naik 10% di 2010

- detikFinance
Selasa, 11 Mei 2010 18:09 WIB
Harga Properti Diprediksi Naik 10% di 2010
Jakarta - Harga properti diperkirakan akan meningkat 10% pada tahun 2010. Tren ekonomi yang membaik menjadikan permintaan akan hunian dipastikan meningkat. Penunjang lain dari kenaikan harga properti adalah tingkat suku bunga yang meningkat.

Menurut Director Investment & Commercial Sales Procon Savills, Hasman Rusli, harga properti yang naik akan lebih berdampak pada residencial estate dan kondominium. Ini wajar karena tingkat hunian di Jakarta berangsur-angsur bertambah.

"Harga properti naik 5-10%. Lebih ke hunian," jelas Rusli dalam acara Jakarta Quarterly Property Market Review Q1 di kantornya, Gedung BEI, SCBD Jakarta, Selasa (11/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, naiknya harga properti diprediksi karena tingkat suku bunga yang bergerak meningkat. Namun, tentu ini tidak secara langsung berdampak kepada turunnya permintaan.

"Saat ini permintaan middle up dan up semakin meningkat. Ini berarti tingkat ekonomi naik, karena ekonomi tumbuh. Harga besi baja pun mungkin akan berdampak, tapi pembangunan juga diteruskan," ucapnya.

Dalam paparan Procon juga disampaikan bahwa, pasar perkantoran Jakarta sepanjang triwulan I-2010 tetap di level 87%, atau mengalami kenaikan 8,2% menjadi 65 ribu m2. Secara komulatif, pasokan meningkat 4,11 juta m2.

"Gedung perkantoran grade A kembali menjadi kelas perkantoran yang paling aktif," kata Technical Advisor Commercial Leasing Procon, Luke Rowe.

"Dalam dua tahun tingkat hunian kita perkirakan mencapai 90%," tambah Head of Strategic Consultancy Procon, Utami Prastiana.

Ia juga menambahkan, harga sewa perkantoran akan naik dalam dua tahun kedepan, khususnya diΒ  kawasan Central Business District (CBD). Peningkatan juga disebabkan karena kenaikan harga listrik dalam beberapa waktu ke depan.

Penyewaan didominasi oleh tenantΒ  yang menginginkan small office space antara 100-500 m2. Sementara untuk permintaan large office space, datang dari perusahaan multinasional.

Pasar ritel juga akan bertambah menjadi 3,46 juta m2, dengan beroperasinya dua pusat perbelanjaan baru, Epicentrum Walk dan Central Park. Penyerapan tenant juga meningkat sebesar 90 ribu m2 untuk ruang ritel, dengan dibukanya major tenant di pusat perbelanjaan baru.

Sementara, speciality shop masih mendominasi oleh peritel F&B. Hingga rata-rata tingkat hunian mencapai 79,1%, atau naik 1,9% dari kuartal sebelumnya.

"Pasokan baru yang cukup besar akan tersedia sekitar 520 ribu m2 selama triwulan II-2010 hingga 2011. Sebesar 35% dijadwalkan akan selesai pada 2010," imbuh Utami.

Β 

Β 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads