Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PAL Harsusanto usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/5/2010).
"Dari total pinjaman Rp 430 Miliar, yang sudah cair Rp 125 Miliar. Kami harapkan sisanya diselesaikan 1-2 bulan ini karena untuk membuat kapal, perbaikan dan pemeliharan kapal dan fasilitas lainnya," kata Harsusanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang mesti selesai itu sembilan kapal, diantaranya yaitu empat kapal pesanan BP Tangguh yang ada di Irian, satu kapal tanker untuk Itali, satu pesanan itali tanker, satu kapal pesanan Kementerian Pertahanan dan satu pesanan Singapura," ujarnya.
Selain sembilan kapal tersebut, Harsusanto mengaku, pihaknya tengah mengincar beberapa proyek baru yang akan dikerjakannya. Salah satunya yaitu pembangunan kapal perusak kawal rudal (PKR) untuk Kementerian Pertahanan.
Realisasi dari proyek ini, lanjut dia, masih menunggu Kementerian Pertahanan menunjuk siapa pemenang tender yang akan menjadi mitra PT PAL dalam pembangunan proyek tersebut.
"Dalam waktu dekat ini pemerintah (Kemehan) akan melakukan penunjukkan pemenang untuk PKR. Kami akan bekerjasama dengan siapapun yang ditunjuk oleh Kemenhan untuk pembangunan kapal di PAL," katanya.
Selain itu, PT PAL juga berminat untuk mengikuti tender pengadaan enam kapal pengangkut BBM dengan bobot 7.500 dwt yang diadakan oleh PT Pertamina (Persero) senilai US$ 20 juta. Rencananya, perseroan juga akan mengerjakan repowering empat kapal KRI senilai US$ 200 juta.
"Ini rencananya tahun ini. Ada empat kapal, tapi kita akan mulai dengan satu kapal dulu dengan harga US$ 50 juta," jelasnya.
Harsusanto menjelaskan, banyak proyek pembangunan kapal yang akan dikerjakannya membuat perseroan menaikkan rencana investasinya pada tahun ini dari Rp 80 miliar menjadi Rp 30 miliar.
Sementara untuk tahun laba tahun ini perseroan menargetkan dapat meraup laba Rp 29 miliar dari perbaikan, pemeliharaan dan pembuatan kapal baru.
"Konsentrasi sekarang lebih pada perbaikan kapal. Dari dua dok yang sebelumnya untuk pembuatan kapal, satu dok akan kita spesialkan untuk perbaikan kapal. Kedua dok tersebut di Surabaya," jelasnya.
(epi/qom)











































