Menurut Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, rencana tersebut akan disampaikan PLN dalam pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat dalam waktu dekat.
"Terserah bentuk kerjasamanya seperti apa. Tapi minimal Freeport menjadi offtaker (pembeli) dari listrik yang dihasilkan pembangkit itu," kata Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan di Parapat, Sumatera Utara, Kamis malam (13/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLTU itu kan kurang baik untuk lingkungan dan umur PLTU mereka sudah hampir 30 tahun lama sehingga kalau kita kerja sama Freeport bisa menutup PLTU itu," ungkapnya.
Jika Freeport bersedia untuk menutup PLTU itu, kata Dahlan, maka Freeport bisa menggunakan listrik yang dihasilkan PLTA tersebut, dan sisanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Timika serta untuk membangun pabrik smelter.
"Kami akan rayu perusahaan bangun smelter di sana. Apa India, apa China. Saya dengar yang mencari lokasi itu India," kata dia.
Ia memperkirakan investasi yang dibutuhkan untuk membangun PLTA tersebut sebesar Rp 6 triliun. Jika Freeport tidak berminat menanamkan modalnya dalam proyek itu, maka PLN akan mencari pendanaan dari JBIC atau JICA.
Dahlan menyatakan keberadaan pembangkit ini sangat penting bagi masyarakat Papua karena hingga saat ini masih belum ada pembangkit listrik dengan skala besar yang dibangun di sana. Satu-satunya pembangkit yang dibangun yaitu PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Tenaga Mikro Hydro) dengan kapasitas 10 MW di Jayapura. Bahkan, lanjut dia, ada sebuah Kabupaten yang belum terlistriki.
"Jangan listrik, PLN saja belum masuk ke Kabupaten Bukit Bintang, makanya tahun ini kita kejar dulu bangun PLTMH 8 MW di sana," katanya.
PLN juga berencana membatalkan pembangunan PLTU Timika 2x7 MW yang masuk dalam proyek 10.000 MW karena tidak ada perusahaan yang berminat meminat membangun pembangkit itu. Menurut dia, rencana itu sudah disetujui oleh Wakil Presiden Boediono.
"Ada yang berminat tapi mahal. Masa kapasitas segitu saja investasinya US$ 64 juta. Pak Wapres setuju asal ada penggantinya," imbuhnya.
Ia menambahkan, rencananya PLN akan membangun PLTA yang bersumber dari sungai Urumuka yang berada 125 Km dari Timika itu secara bertahap. Pasalnya, potensi pembangkit yang bisa dibangun di sana hingga 2.000 MW.
(epi/qom)











































