Imbas Krisis Eropa Ke RI Sudah Mereda

Imbas Krisis Eropa Ke RI Sudah Mereda

- detikFinance
Jumat, 14 Mei 2010 14:58 WIB
Jakarta - Pemerintah yakin krisis utang yang terjadi di Eropa khususnya Yunani tidak akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia. Walaupun pekan lalu imbal hasil (yield) surat utang negara dan CDS (credit default swap) sempat fluktuatif, namun pekan ini semuanya kembali normal. Hal ini disebabkan adanya komitmen dari Uni Eropa untuk melakukan langkah penanggulangan krisis tersebut.

"Kita bersyukur karena European Union bersedia mem-bailout yang tidak tanggung-tanggung besarnya hampir US$ 1 triliun. Inilah yang membuat dampak ke kita mereda dan bahkan berpeluang rebound," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Hatta juga menegaskan kondisi perekonomian Indonesia secara fundamental tidak perlu dikhawatirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bersyukur daya tahan kita jauh lebih baik kita itu mengawasi betul setiap pergerakannya, kita melihat pengaruhnya dan sebagainya. Kita cukup hati-hati dan prudent," ujarnya.

Hatta mengatakan kondisi fiskal Indonesia yang cukup baik itu menunjukkan bahwa penurunan indikator ekonomi pekan lalu murni terjadi karena gejala global. Sebelumnya, ada beberapa spekulasi yang mengatakan penurunan kegiatan pasar saham dana indeksi karena mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

"Dengan kondisi itu, berarti bukan karena spekulasi politik dalam negeri, tapi memang karena faktor global," kata dia.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu. Dia mengatakan Indonesia tidak terpengaruh banyak karena memang kebijakan fiskal Indonesia cukup kuat.

"Kita eksposurnya minimum ke Yunani, euro zone tidak terlalu besar," ujar Anggito.

Selain itu, Anggito menyatakan pemerintah juga telah mendesain Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan postur yang lentur, risiko fiskal sudah diperhitungan cukup kuat sehingga memiliki rem dan juga stabilisator.

"Kebijakan kita sangat pruden sehingga external shock bisa ditahan," katanya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads