Suranti, salah seorang penjual sayur menyatakan kenaikan harga beberapa jenis sayur terjadi dalam semalam. "Tomat, cabe, dan wortel naik. Bahkan cabe dalam semalam naik Rp 6 ribu, lonjakannya luar biasa," keluhnya.
Suranti menyebutkan harga cabe merah yang tadinya Rp 18 ribu/kg menjadi Rp 24 ribu/kg. Harga tomat naik Rp 2 ribu dari Rp 10 ribu/kg menjadi Rp 12 ribu/kg. Begitupun dengan timun. Walaupun harga jualnya tetap sama yaitu Rp 5 ribu/kg tetapi harga beli pedagang di pasar induk naik sekitar Rp 1.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin karena banjir. Malah kalau mahal barangnya jelek, mudah patah (untuk cabe)," jelasnya.
Hal serupa juga dikeluhkan Rivo yang berjualan rempah-rempah di pasar ini. Menurutnya, walaupun mahal, cabe yang dijual kualitasnya kurang baik. "Karena hujan kayaknya, cabe kurang bagus, banyak yang basah," ujar Rivo.
Oleh karena itu, tidak tanggung-tanggung, dirinya menaikkan harga cabe sangat tinggi karena untuk mengganti barang yang rusak yang dibelinya. "Ini kan upah susut, banyak yang rusak yang ada di karung," jelasnya.
Rivo juga menyebutkan, beberapa kenaikan harga pada beberapa komoditas sayuran lainnya. Seperti bawang merah, harga naik dari Rp 10 ribu/kg menjadi Rp 14 rb/kg. Bahkan bawang putih yang tadinya sekitar Rp 15 ribu/kg menjadi Rp 22-24 ribu/kg. "Mahal banget," keluhnya.
Namun, kenaikan harga ini tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia untuk membeli komoditas khas negara ini.
"Soalnya butuh kali ya jadi tetap saja pembelinya. Walaupun memang banyak yang ngeluh. Ya mau bagaimana, masak kan pakai ini semua," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan April 2010 mencapai 0,15%. Inflasi bulan April ini didorong oleh komoditas rempah-rempah yaitu, cabe merah 0,06% ke inflasi, bawang putih 0,04%, tomat dan sayur 0,03%, bawang merah 0,02%, dan rokok kretek filter 0,02%.
"Semua urusan rempah-rempah ini menjadi faktor pendorong inflasi," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan.
(nia/dnl)










































