Demokrasi dan Pertumbuhan Ekonomi Aset Hublugri RI

Seminar Torino

Demokrasi dan Pertumbuhan Ekonomi Aset Hublugri RI

- detikFinance
Minggu, 16 Mei 2010 20:39 WIB
Demokrasi dan Pertumbuhan Ekonomi Aset Hublugri RI
Torino - Demokrasi dan pertumbuhan enonomi menjadi aset utama hubungan luar negeri (hublugri) Indonesia. Dengan itu Indonesia memainkan peran penting dalam menjembatani kepentingan negara-negara Islam dan negara-negara Barat.

Demikian kesimpulan seminar sehari bertema “Pembangunan Indonesia, Peluang Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan dengan Italia” di Torino, salah satu kota pusat industri terbesar di Italia, akhir pekan lalu.

"Seminar yang dihadiri sejumlah pakar dan pelaku ekonomi Indonesia dan Italia itu hasil kerjasama KBRI Roma dengan IPALMO Nordwest, Pusat Pelatihan Organisasi Buruh Dunia (ILO) serta Kadin Torino Wilayah Piedmonte," tutur Konselor Pensosbud Musurifun Lajawa kepada detikfinance hari ini, Minggu (16/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demokrasi di Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia telah mengubah cara pandang negara-negara Barat dalam melihat Islam. Sementara Italia dengan penduduk muslim 1,3 juta jiwa (terbesar kedua di Eropa) dapat menjadi mitra penting Indonesia di Eropa Barat.

Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar, dalam paparannya menjelaskan bahwa setelah melalui proses reformasi menyeluruh dalam satu dekade terakhir, fundamen ekonomi Indonesia menjadi kokoh, bahkan tetap tumbuh sebesar 4,5 % di tengah krisis ekonomi global (2008, 2009).

"Disamping itu pada kwartal I tahun 2010 Indonesia, yang konsisten memperbaiki iklim investasi, mencatat 41% kenaikan investasi asing langsung (FDI) sebesar US$3,92 miliar, meningkat dari US$2,5 miliar pada periode sama tahun 2009," tandas Oemar.

Hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Djiman Simanjuntak, pengamat ekonomi dari CSIS Jakarta. "Jumlah investasi asing ke Indonesia sudah kembali mendekati angka sebelum krisis tahun 1997/1998, yang pernah melanda Indonesia dan negara-negara Asia lainnya," ujar Djiman.

Dijelaskan, bahwa salah satu daya tarik yang mendorong arus masuk investasi asing langsung ke Indonesia adalah penetapan Undang-undang Investasi tahun 2007, di mana investasi asing di Indonesia mendapatkan perlakuan sama dengan investasi domestik.

Sementara itu Wakil Kadin Indonesia George Iwan Marantika menekankan otonomi daerah memainkan peran penting dalam upaya penguatan kapasitas dan daya saing ekonomi Indonesia.

Kedua pembicara mendorong agar Indonesia dan Italia memanfaatkan momentum baik ini dengan memaksimalkan berbagai peluang kerjasama bilateral kedua negara. Sebagai negara industri maju, Italia dapat memanfaatkan peluang investasi yang menjanjikan di Indonesia, antara lain dalam sektor infrastruktur, pelabuhan, transportasi kota, listrik dan telekomunikasi.

(es/es)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads