Barat Harus Perhitungkan Penguatan Peran RI

Seminar Torino

Barat Harus Perhitungkan Penguatan Peran RI

- detikFinance
Senin, 17 Mei 2010 04:25 WIB
Barat Harus Perhitungkan Penguatan Peran RI
Torino - Negara-negara Barat harus menyadari bahwa perubahan dalam konteks regional yang irreversible (tidak dapat diputar balik, red) mengharuskan ada reorientasi hubungan luar negeri di kalangan negara Barat.

Hal itu disampaikam Ketua IPALMO Dr. Gianni de Michelis dalam seminar sehari bertema β€œPembangunan Indonesia, Peluang Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan dengan Italia” di Torino, pada akhir pekan lalu.

"Dalam konteks ASEAN, penguatan peran politik dan ekonomi Indonesia perlu mendapat perhatian," ujar Dr. Gianni de Michelis, yang juga mantan Menlu Italia, seperti dituturkan Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikfinance, Minggu (16/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan sama, Prof. Paolo Migliavacca, seorang pengamat dan penulis masalah-masaah ekonomi internasional pada Il Sole-24 Ore, harian ekonomi terkemuka Italia mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi besar di ASEAN dan sejajar dengan negara-negara anggota BRICS, tetapi juga sebagai anggota G20, yang sangat diperhitungkan dalam peta kekuatan ekonomi dunia.

Nasionalisme sempit serta proteksionisme yang telah ditinggalkan Indonesia, diganti kini dengan penerapan perekonomian terbuka, juga dinilai telah membuka peluang kerjasama bilateral Indonesia dan Italia lebih luas.

Terkait dengan perdagangan bilateral, total perdagangan Indonesia–Italia berjumlah US$2,9 miliar (2009), menyusut sebesar 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar US$3,9 miliar (2008) akibat pengaruh krisis ekonomi global.

Secara khusus, hubungan perdagangan wilayah Piedmonte dengan Indonesia menunjukkan angka cukup signifikan dan kecenderungannya terus meningkat. Piedmonte mengekspor mesin-mesin industri, peralatan transportasi serta obat-obatan. Sedangkan impor dari Indonesia berupa produk-produk pertanian, antara lain kopi dan obat-obatan.

Sedangkan Wilayah North West mengalami defisit terhadap Indonesia. Ekspor wilayah ini ke Indonesia senilai EUR198 juta, terutama mesin-mesin industri. Sebaliknya impor dari Indonesia EUR831 juta, terdiri dari tekstil, pakaian, mineral dan produk-produk pertanian.

Menurut Musurifun, seminar di Torino itu merupakan rangkaian program KBRI Roma dalam mempromosikan secara berkala potensi kerjasama Indonesia dan Italia di berbagai wilayah Italia.

Sebagai tindaklanjut seminar di Torino, Konfederasi Pengusaha Italia (Confindustria) merencanakan berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki peluang-peluang ekspansi bisnis dan investasi di Indonesia pada tahun 2011.

(es/es)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads