Hal itu disampaikam Ketua IPALMO Dr. Gianni de Michelis dalam seminar sehari bertema βPembangunan Indonesia, Peluang Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan dengan Italiaβ di Torino, pada akhir pekan lalu.
"Dalam konteks ASEAN, penguatan peran politik dan ekonomi Indonesia perlu mendapat perhatian," ujar Dr. Gianni de Michelis, yang juga mantan Menlu Italia, seperti dituturkan Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikfinance, Minggu (16/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasionalisme sempit serta proteksionisme yang telah ditinggalkan Indonesia, diganti kini dengan penerapan perekonomian terbuka, juga dinilai telah membuka peluang kerjasama bilateral Indonesia dan Italia lebih luas.
Terkait dengan perdagangan bilateral, total perdagangan IndonesiaβItalia berjumlah US$2,9 miliar (2009), menyusut sebesar 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar US$3,9 miliar (2008) akibat pengaruh krisis ekonomi global.
Secara khusus, hubungan perdagangan wilayah Piedmonte dengan Indonesia menunjukkan angka cukup signifikan dan kecenderungannya terus meningkat. Piedmonte mengekspor mesin-mesin industri, peralatan transportasi serta obat-obatan. Sedangkan impor dari Indonesia berupa produk-produk pertanian, antara lain kopi dan obat-obatan.
Sedangkan Wilayah North West mengalami defisit terhadap Indonesia. Ekspor wilayah ini ke Indonesia senilai EUR198 juta, terutama mesin-mesin industri. Sebaliknya impor dari Indonesia EUR831 juta, terdiri dari tekstil, pakaian, mineral dan produk-produk pertanian.
Menurut Musurifun, seminar di Torino itu merupakan rangkaian program KBRI Roma dalam mempromosikan secara berkala potensi kerjasama Indonesia dan Italia di berbagai wilayah Italia.
Sebagai tindaklanjut seminar di Torino, Konfederasi Pengusaha Italia (Confindustria) merencanakan berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki peluang-peluang ekspansi bisnis dan investasi di Indonesia pada tahun 2011.
(es/es)











































