"Memang minatnya masih rendah, di Hipmi saja belum semuanya ingin mengetahui lebih jauh," kata Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa dalam acara rakor Kupas di Hipmi Center, Senin (17/5/2010).
Menurut Erwin Kupas merupakan gerakan moral bagi komunitas pengusaha yang benar-benar ingin berkomitmen untuk tidak menyuap dalam menjelankan bisnisnya. Maklum saja, label suap menyuap sudah terlanjur jatuh kepada para pengusaha, ia juga mengamini melakukan gerakan ini tidak semudah membalikan telapak tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap ini gerakan moral, terutama kepada seluruh pengusaha muda sebagai pilar terdepan untuk membangun karakter pengusaha yang bersih," ujarnya.
Ia mengakui saat ini masih banyak pengusaha yang masih belum peduli atau masa bodo dengan adanya gerakan ini. Menurut Erwin dengan beraninya para pengusaha yang berkomitmen menandatangani maka paling tidak mereka mengetahui rambu-rambu atau etika bisnis yang sehat, mengingat Kupas pun secara reguler menggelar acara pelatihan soal anti suap.
Sehingga pihaknya akan terus menggalakkan anti suap dikalangan dunia usaha. Meski Erwin mengakui sebagai gerakan moral, parameter keberhasilan dari gerakan ini tidak terlalu terlihat dan tergantung dari individu masing-masing.
"Bagaimana mengukurnya, yaitu kasus suap dan korupsi terjadi penurunan, yang paling penting jangan anggota hipmi yang terlibat," kata Erwin.
(hen/dnl)











































