Krisis Thailand Bikin Prihatin Pengusaha Lokal

Krisis Thailand Bikin Prihatin Pengusaha Lokal

- detikFinance
Senin, 17 Mei 2010 17:29 WIB
Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengungkapkan keprihatinannya terhadap puncak krisis politik di Thailand saat ini. Selain sebagai negara sahabat, Thailand juga sebagai mitra strategis bagi Indonesia maupun negara ASEAN lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa saat ditemui di Hipmi Center, Kuningan, Jakarta, Senin (17/5/2010).

"Kita prihatin mereka terjadi konflik, Thailand merupakan negara tetangga yang memiliki arti strategis buat Indonesia," ucap Erwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pengusaha, ia mengharapkan pemerintah Thailand dan masyarakatnya bisa menyelesaikan krisis politik yang terjadi. Sehingga tidak berlarut-larut, dengan penyelesain masalah yang beretika dan terbaik bagi Thailand.

Erwin mengakui, krisis politik pun juga terjadi di Indonesia, namun bisa terkontrol dan terselesaikan dengan lebih baik dari pada Thailand.

"Kalau kita menyelesaikannya masih dengan cara-cara beretika. Kalau Thailand penyelesaian masalahnya sudah tidak ada etika politik," katanya.

Seperti diketahui, situasi di Thailand memanas setelah adanya bentrokan antara demonstran dan militer Thailand. Kerusuhan makin memanas setelah penasihat militer demonstran 'kaos merah' Thailand, Mayor Jenderal Khattiya Sawasdipol meninggal pagi tadi.

Khattiya meninggal di tengah meningkatnya ketegangan antara para demonstran 'kaos merah' dan pasukan Thai. Sebanyak 35 orang telah tewas selama tiga hari kerusuhan di Bangkok. Lebih dari 200 orang lainnya mengalami luka-luka termasuk enam warga asing.

Pertumbuhan Ekonomi

Mengenai kondisi ekonomi Indonesia sendiri, ia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2010 akan terus lebih baik dari sebelumnya yang sempat mencatata 5,7% pada triwulan I-2010. Hal ini karena masih ditopang oleh kontribusi konsumsi dan perdagangan yang masih sangat baik.

Ia mengharapkan belanja pemerintah pusat untuk segera dipercepat penyerapannya karena akan sangat menentukan realisasi pelaksanaan tender-tender yang berkaitan dengan geliat ekonomi Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi kita masih cukup relatif stabil, konsumsi yang cukup besar. Hanya tinggal penyerapan anggaran bagaimana bisa dipercepat," jelasnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads