"Kita menggunakan istilah ngamen atau memaparkan bisnis sosial kita ini ke negara-negara luar yang berminat," jelasΒ wanita yang sempat dipuji Obama ini.
Ia menyampaikan hal tersebut disela pertemuannya dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan di Kantor IBEKA, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (17/05/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini direncanakan 5 PLTMH di beberapa desa di wilayah Sumatera, Sulawesi dan beberapa di Wilayah Indonesia Timur," ujarnya.
Tri menjelaskan, PLTMH yang rencananya di bangun tersebut mampu menghasilkan energi dari 3 megawatt hingga 60 kilowatt.
"Rata-ratanya, jika daya pembangkit hingga 60 kilowatt itu bisa mengaliri hingga 500 rumah didesa. Dan dengan pembangkit tersebut maka warga desa bisa mendapatkan tabungan hingga 50 juta jika warga menggunakan listriknya dengan membayar Rp 800/Kwh," kata Tri mencontohkan PLTMH yang dibangunnya di sebuah desa di Subang.
"Semuanya bisnis sosial, atau dengan kata lain warga desa ikut mendapatkan hasil dari pengoperasian PLTMH ini," imbuh Executive Director IBEKA ini.
Namun, obsesinya tersebut memang terbentur oleh dana ataupun pinjaman. Tri merasa kesulitan untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank lokal.
"Sederhana sih, alasannya jika meminjam di bank-bank lokal harus ada collateral (jaminan)," tuturnya.
Untuk itu, lanjut Tri, dirinya sering sekali keluar negeri untuk mencari investor asing yang pqberminat untuk berinvestasi. Dari "ngamen" tersebut, Tri mengatakan banyak investor ataupun bank-bank yang ingin membantu untuk berinvestasi.
"Terakhir sebuah bank dari Austria sepakat meminjamkan 30 Juta Euro untuk kita bangun PLTMH," kata Tri.
Lebih lanjut Tri mengharapkan agar PLN dapat bekerjasama dengan IBEKA untuk bersama-sama menerangi desa-desa dengan sumber mikro hidro.
"Nantinya PLN kan bisa membeli PLTHM yang sudah settle sehingga dapat income bagi masyarakat setempat terus menerus," ungkapnya.
(dru/qom)











































