15% Tabung Elpiji 3 Kg Mendekati Masa Kadaluarsa

15% Tabung Elpiji 3 Kg Mendekati Masa Kadaluarsa

- detikFinance
Selasa, 18 Mei 2010 11:13 WIB
Jakarta - Asosiasi Produsen Tabung Baja (Asitab) mengakui ada kurang lebih 15% tabung ukuran 3 kg yang mendekati masa kadaluarsa karena umur produksinya mulai mendekati 5 tahun.

Tabung-tabung itu umumnya adalah produk tabung elpiji 3 kg yang diproduksi pada tahun 2006 lalu saat dimulainya program konversi, yang akan jatuh masa kaduluarsanya pada awal tahun 2011 nanti.

Ketua Umum Asitab Tjiptadi mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir, sebab Pertamina selaku pihak yang berwenang dalam distribusi tabung elpiji 3 kg akan melakukan penarikan atau replacement.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan kata dia, saat ini pun jika ada tabung elpiji 3 kg yang sudah tidak layang akan ditarik dari pasar. Beberapa tabung elpiji 3 kg yang masih dalam kondisi bisa diperbaiki akan dilakukan rekondisi.

"Replacement itu kecil, paling-paling 15% dari total demand," imbuh Tjiptadi saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/5/2010).

Ia menjelaskan jumlah 15% itu merupakan prosentasi dari total tabung yang sudah dikirim oleh produsen tabung dalam negeri dari Mei 2006 hingga saat ini yang mencapai 54 juta tabung 3 kg. Sehingga persentase jumlah tabung yang mendekati masa kadaluarsa di 2011 yang beredar di pasar tidak secara pasti bisa diketahui oleh produsen.

"Jumlah tabung (mendekati kadaluarsa) masih sulit diprediksi, Pertamina sendiri angkanya belum persis tahu, yang beredar sekarang ini. Kita sudah kirim 54 juta tabung, pengadaan melalui impor 6 juta, jadi total 60 juta tabung yang sudah dikirim ke Pertamina," jelasnya.

Ia menjelaskan dari total tabung yang telah dikirim ke Pertamina, tidak semuanya sudah beredar di pasar, karena sebagian masih berada di gudang-gudang Pertamina.

Dikatakan Tjiptadi pada periode  2006-2007 para produsen tabung lokal telah mengirim sebanyak 12 juta tabung 3 kg, tahun 2008 sebanyak 9 juta tabung, yang total semuanya terkirim 54 juta tabung hingga saat ini.

"Replacement ini yang melakukan Pertamina, kira-kira  Mei 2011," katanya.

Kasus Pemalsuan Tabung 3 Kg

Mengenai kasus pemalsuan tabung 3 kg, Tjiptadi menjelaskan saat ini masalah tersebut telah ditangani oleh Bareskrim Polri. Beberapa perusahaan yang produknya mengalami pemalsuan telah dipanggil oleh Bareskrim sebagai saksi. "Anggota kita baru dua pabrik yang dipanggil," jelas Tjiptadi.

Ia mengakui produsen tabung elpiji 3 kg kecolongan terhadap kasus pemalsuan ribuan tabung elpiji 3 kg, sehingga membuat kacau. Mengingat masyarakat awam secara umum akan sulit mengenali produk tabung elpiji 3 kg palsu.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads