Hal itu disampaikan oleh mantan Menteri Tenaga Kerja di era Presiden Abdurrahman Wahid Bomer Pasaribu usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (18/5/2010).
Bomer berkunjung ke kantor Wapres selaku Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Hubungan Industrial Indonesia untuk mempresentasikan rencana penyelenggaraan kongres ke-7 International Industrial Relation Association. Ia didampingi oleh Officer in Charge ILO Jakarta, Peter Van Rooij serta Mike Nicleson dari International Business Chamber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi employment elasticity tahun 2007 itu 0,250. Artinya satu persen pertumbuhan ekonomi menciptakan 250 ribu lapangan kerja baru," ujar dia.
Sementara angkatan kerja di Indonesia tiap tahunnya mencapai 2,57 juta. Karena kecilnya employment elasticity lapangan kerja formal, maka sekian juta pencari kerja baru itu akhirnya lari ke sektor informal.
Menurut Bomer, minimnya lapangan kerja sektor formal itu dikarenakan adanya persoalan di bidang investasi. Investasi di Indonesia tidak tumbuh pesat lantaran merebaknya kasus korupsi.
"Laporan Bank Dunia, 7 penyebab investasi payah di Indonesia penyebab pertama adalah tingginya corruption cost," ulas dia.
(qom/qom)











































