"Mengapa Sri Mulyani mundur dari Menteri Keuangan? Tentu ini sudah ada dalam kalkulasi, dimana saya anggap sumbangan dan kepentingan saya sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam suatu sistem politik," ungkap Sri Mulyani.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum yang bertemakan Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/05/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani merasa ketika sudah menjadi bagian dimana tidak dikehendaki dalam sistem politik maka perkawinan kepentingan antar kelompok tadi sudah sangat dominan dan kental.
"Banyak yang bilang itu kartel, tetapi saya lebih suka bilang itu kawin meskipun jenis kelaminnya sama. Hampir semua parpol pemimpinnya laki-laki, kecuali satu," canda Sri Mulyani.
Sri Mulyani menegaskan bahwa dirinya bukan dari sebuah partai politik namun bukan berarti dia tidak mengerti politik.
"Saya bukan dari partai politik, bukan politisi namun bukan berarti saya tidak tahu politik. Selama 5 tahun saya tahu partai politik hingga mengerti keadaan dimana ketika menghadapi sebuah realita banyak orang yang ingin berbuat baik tetapi frustasi," paparnya.
Jika lingkungan politik, lanjut Sri Mulyani, sudah lagi tidak memungkinkan adanya etika berpolitik maka sudah lagi tidak memungkinkan bagi orang seperti Sri Mulyani untuk eksis.
"Sebab ketika saya dikehendaki untuk menjadi pejabat publik, saya berjanji tidak akan mengkhianati dengan berbuat korup. Saya bilang itu tidak mudah, sangat painfull di mana mempunyai kekuatan yang besar," tukasnya.
(dnl/dnl)










































