PLN Ambil Alih Pasokan Batubara PLTU Tawaeli

PLN Ambil Alih Pasokan Batubara PLTU Tawaeli

- detikFinance
Kamis, 20 Mei 2010 18:26 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) mengambil alih pengadaan pasokan batubara untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tawaeli dengan kapasitas 2x15 MW untuk mengatasi defisit listrik yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut PLN Cabang Palu Nyoman Sujana, rencananya batubara sebanyak 5.500 ton dari Kalimantan akan tiba ke pembangkit yang berada di Kelurahan Mpanau, Kecamatan Palu Utara, Palu pada tanggal 22 Mei mendatang,

โ€œMemang masih terdapat defisit listrik. Karena itu PLN juga menempuh berbagai upaya lain, di antaranya mengambil alih pasokan batu bara ke PLTU Mpanau," ujar Nyoman dalam siaran persnya yang dikutip detikFinance, Kamis (20/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah lainnya yang lakukan BUMN listrik tersebut yaitu dengan mendatangkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Palu. Kedatangan mesin berkapasitas 10 MW pada hari Kamis (20/5/2010) ini mencerminkan keseriusan PLN menangani pemadaman bergilir yang telah berlangsung beberapa hari belakangan ini.

"PLN menganggap pemadaman bergilir berkelanjutan di Palu adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir karena Palu adalah ibukota propinsi. Karena itu berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir dan menyelesaikan masalah pemadaman," jelas Nyoman.

Kedatangan PLTD ini, lanjut Nyoman, juga memiliki nilai strategis untuk membantu kekurangan pasokan daya listrik yang terjadi di Palu sebesar 32 MW. Diperkirakan proses pemasangan dan penyalaan mesin memakan waktu 10 hari.

Seperti diketahui, saat ini pemadaman bergilir memang masih melanda kota Palu. Pemadaman tersebut terjadi karena berhentinya pengoperasian PLTU Tawaeli milik PT Pusaka Jaya Palu Power. Pemilik pembangkit dengan kapasitas 2x15 MW tersebut tidak dapat membeli batubara untuk menjalankan PLTU itu karena murahnya harga jual listrik kepada PLN.

Masih terjadinya pemadaman tersebut sempat membuat Dirut PLN Dahlan Iskan menangis di hadapan DPR pada Selasa lalu (18/5/2010). Dahlan pun berjanji untuk menaikkan harga jual listrik yang hanya sekitar Rp 500 per kwh menjadi Rp 750 per kwh.

Menurut Dahlan, perbaikan harga pembelian listrik dari PLTU ituย  memang harus dilakukan agar pembangkit itu bisa kembali beroperasi.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads