Anggito Siap Disambut Karpet Merah UGM

Anggito Siap Disambut Karpet Merah UGM

- detikFinance
Jumat, 21 Mei 2010 13:08 WIB
Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu mengaku yakin dengan keputusannya untuk mundur per 24 Mei, setelah 6 bulan terombang-ambing dengan iming-iming wakil menkeu.

"Saya menunggu setelah 6 bulan ya sudah kalau tidak bisa, saya kembali ke UGM saja, ada karpet merah di sana.. ya kan???" ujar Anggito saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, siang ini (21/5/2010).

Anggito kembali mengungkapkan kecewaanya atas perlakuan pihak Istana. Setelah menandatangani kontrak kerja sebagai Wakil Menteri Keuangan dan beres soal kepangkatannya, Anggito tetap tak kunjung dilantik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pahitnya lagi, Presiden SBY malah menetapkan calon lain yang kemudian diangkat menjadi orang nomor dua di Kementerian Keuangan tersebut yakni Anny Ratnawati.

"Pakta integritas sudah saya tandatangani, saya sudah kontrak kerja dan disetujui. Tapi tidak bisa karena alasan jabatan pangkat 1A. Itu kontrak kerja sebagai Wamenkeu," bebernya.

"Pangkat 1A sudah saya dapat, satu minggu setelah itu, karena proses sudah berjalan di Kemenkeu. Bahwa sejak Januari, saya sudah menandatangani pakta integritas dan sudah diundang pelantikan, tetapi tidak bisa dilakukan dengan alasan kepangkatan, kepangkatan sudah selesai tapi tidak ada kunjung tindak lanjutnya," imbuh Anggito.

Anggito sendiri tidak mempertanyakan keputusan Presiden SBY untuk melantik Agus Martowardojo sebagai Menkeu dan Anny Ratnawati sebagai Wamenkeu karena itu merupakan hak prerogratif Presiden. Selain itu, Anggito tidak perlu lagi mempertanyakan alasan keputusan tersebut karena diakui Anggito keputusan itu sudah mengusik harga dirinya.

"Yang sudah ditetapkan sebagai Wamenkeu kan Bu Anny, tidak ada sama sekali mempertanyakan penunjukkan beliau dan Pak Agus, itu adalah a judgement dari Presiden. Saya enggak mempertanyakan, saya ikuti hati nurani saja, dan saya harapkan bisa menjadi proses pembelajaran bahwa seseorang yang punya integritas, apa yang sudah dianggap mampu dan ditetapkan itu punya harga diri, dan harga diri itu yang saya pertaruhkan di sini," tegasnya.

(nia/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads