"Kondisi ekonomi mulai membaik jadi pabrik-pabrik mulai berproduksi lagi sehingga konsumsi listrik naik," ujar General Manager PLN wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang, Purnomo Willy saat dihubungi detikFinance, Minggu (23/5/2010).
Purnomo mencatat konsumsi listrik pada saat ini sekitar 2,5 juta MWh per bulan. Kondisi ini akan terus meningkat sehingga pada akhir tahun diperkirakan mencapai 2,7-2,8 juta MWh perbulan. Sehingga total konsumsi listrik pada tahun ini diperkirakan mencapai 33 juta MWh dalam setahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada saat ini, pada siang hari beban pincak listrik di Jakarta dan Tangerang mencapai 5.500 MW dan malam mencapai 4.900 MW. Dimana pasokan listrik yang tersedia sebesar 5.700-5.800 MW.
"Padahal dengan beban puncak, sekarang idealnya jumlah pasokan yang dimiliki sekitar 6.000-6.500 MW sehingga kalau ada gangguan di satu subsistem, Jakarta tetap aman," ungkap Purnomo.
Mengingat tambahan pasokan listrik baru masuk pada akhir tahun, maka PLN melakukan sejumlah upaya untuk menekan konsumsi listrik. Salah satunya yaitu dengan membatasi pemakaian listrik untuk para pelanggan besarnya.
Pembatasan tersebut dimulai pada pukul 10.00-15.00 Wib, dimana para pelanggan besar tersebut hanya boleh menggunakan 70 persen dari kebutuhan normalnya.
"Karena tingginya beban puncak di siang hari, maka kami batasi pemakaian untuk pelanggan industri dan bisnis, tapi kalau pelanggan rumah tangga semuanya tidak dibatasi," kata dia.
Pada tahun ini, PLN hanya mampu menampung 110.000-120.000 pelanggan baru. Hingga April 2010 jumlah calon pelanggan baru yang masuk dalam daftar tunggu PLN, sebanyak 38.854. Dimana 95% adalah pelanggan rumah tangga, industri 1% dan sisanya pelanggan bisnis dan sosial. (epi/dru)











































