"Cari The Best Resources yang ada karena BKF ini harus men-support menteri, otaknya, karena dia ikut ke DPR, Junior Minister. Makro, APBN, sektor riil, risiko, sama internasional. Rohnya menteri ada di BKF. Karena fungsinya benar-benar menyerap, memfungsikan dan merekomendasikan," tegasnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (24/5/2010).
Anggito juga menyampaikan sebaiknya pengganti dirinya sebagai Kepala BKF mampu menutupi kekurangan yang dimiliki Menteri Keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Pelaksana Tugas sepeninggalnya, Anggito mengharapkan bisa dari pihak internal. Namun, untuk penggantinya, dia berharap bisa dicari yang benar-benar memiliki kemampuan di bidang fiskal.
"Kalau definitif betul-betul cari resources yang ada, baik dari pemerintah, Kemenkeu, maupun dari universitas. Kan saya dari universitas juga, Kepala BKF, PJs itu nggak apa-apa. Lain misalkan dengan Dirjen pajak, perbendaharaan,Β itu harus definitive karena dia menandatangani uang, kalau ini kan tidak," jelasnya.
Yang terpenting, lanjut Anggito, penggantinya mau belajar dan tetap memegang asas kepantasan.
"Anda ingat saya kan golongan 3B jadi eselon I, 10 tahun saya jadi PJs, gak apa-apa juga. Yang terpenting jam terbang, pengalaman dan pengetahuan, dan bergaul, tanpa melupakan asas kepantasan," tukasnya.
(nia/qom)










































