"Kalau Eropa sedikit, tapi konsisten ada, cukup mempengaruhi (karena krisis)," kata Gita saat ditemui di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2010).
Namun kata Gita, meski krisis Eropa mempengaruhi investasi Indonesia namun ia harus optimis bisa terus menggaet investasi dari Eropa termasuk negara-negara lainnya seperti dari Asia, Australia, dan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data BKPM pada tahun periode 2003-2009 negara yang berinvestasi ke Indonesia posisi teratas masih diduduki oleh Singpura dengan total investasi US$ 13,39 miliar, disusul Mauritius US$ 10,46 miliar, Jepang US$ 6,4 miliar, Inggris US$ 5,5 miliar, Belanda US$ 2,87 miliar, Korea Selatan US$ 2,6 miliar, Malaysia US$ 1,41 miliar, Hongkong US$ 1,1 miliar, Seychel US$ 974 juta, Amerika Serikat US$ 848,2 juta, Taiwan US$ 772,6 juta, Perancis US$ 636,7 juta, Australia US$ 574 juta, Jerman US$ 533,5 juta, Swiss US$ 518,3 juta, dan China US$ 402 juta.
(hen/dnl)










































