"Yang paling banyak dibicarakan clean energy, bagaimana kita menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, menjaga konsistensi kita 2005 energy mix 17% energi terbarukan. Kita akan bekerja sama dengan Amerika bagaimana kita mensupport dengan baik," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui usai pertemuan di kantornya, Jakarta, Selasa (25/5/2010).
Menurut Hatta, kerjasama di bidang teknologi itu dimaksudkan untuk efisiensi energi guna mengurangi konsumsi listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Hatta, Amerika Serikat menyatakan minatnya untuk mengembangkan investasi di Indonesia untuk small turbine, power plant (pembangkit listrik) skala kecil yang diperlukan di pulau terluar dan daerah nelayan. Kemudian, AS juga menawarkan untuk geothermal.
"Ini merupakan bagian yang akan dilaporkan saat kedatangan Obama. Nanti akan diteken agreement, joint comprehensive agreement AS-Indonesia," jelasnya.
Dalam siaran pers kedubes AS di Jakarta, dipaparkan kunjungan tersebut bertujuan untuk memperdalam kemitraan dan pertukaran perdagangan serta tekhnologi yang mengarah kepada peningkatan perdagangan dan investasi dalam pembangunan energi bersih.
Selain bertemu dengan Hatta Radjasa, rombongan asal AS ini dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Presiden SBY, jajaran Meteri KIB II termasuk pejabat eselon I dari kementrian masing-masing, pimpinan legislatif, Kamar Dagang Indonesia, kalangan akademisi Universitas Indonesia dan perwakilan sektor swasta.
Mendag Locke juga akan bekerjasama dengan para pejabat pemerintah Indonesia dan pihak swasta untuk memajukan perdagangan kedua negara dan membuka jalan bagi kunjungan Presiden Obama pada Juni mendatang, yang akan menandai babak baru perdagangan dan lingkungan hidup yang lebih baik di negara mereka masing-masing.
"Masa depan perekonomian Amerika akan bergantung pada seberapa baik ia dapat bersaing untuk memenuhi tuntutan global yang semakin tinggi terhadap energi bersih. Para delegasi bisnis yang ikut dengan saya dalam misi perdagangan ini mengerti pentingnya persaingan global tersebut," ungkap Locke dalam siaran pers tersebut.
(nia/qom)











































