Pemerintah Masih Malas Serap Anggaran

Pemerintah Masih Malas Serap Anggaran

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2010 20:40 WIB
Jakarta - Realisasi penyerapan anggaran belanja negara masih rendah, baru terserap 24% per 14 Mei 2010. Sementara realisasi belanja daerah juga hanya 33%.

Rendahnya penyerapan belanja negara dan daerah tersebut itulah yag menjadi perhatian bagi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam memberikan keyakinan kepada pasar dan masyarakat.

Pertama, menjaga ekonomi makro agar stabil dengan kebijakan fiskal yang sehat. Kedua, mendapatkan penerimaan negara sebesar-besarnya. Ketiga, pengeluaran yang efektif dan diarahkan pada bidang-bidang yang memberikan manfaat tinggi seperti infrastruktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, kita mesti bekerja sama dengan Kementerian Lembaga dan daerah. Kita enggak boleh lengah, kita harus pegang kunci-kuncinya. Make sure penerimaan kita bagus, APBNP sudah final, dana yang tersedia bagi kementerian/lembaga/daerah, supaya daya serap anggaran tinggi. Kenapa kita tidak alokasikan segera. Ini kan sudah bulan Mei. kan sudah disiapkan aggarannya, dengan catatan good corporatenya baik," ujar Agus Marto saat menyambangi ruang pers Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (25/5/2010).

Selain itu, Agus menyatakan pihaknya juga akan sangat memerhatikan neraca negara. Termasuk salah satunya pada utang negara. Agus Marto juga menyatakan anggaran APBN besar tetapi sisa yang bisa digunakan tidak begitu banyak.

"Penerimaan negara Rp 1000 triliun,pengeluaran Rp 1200 triliun. Bisa ringkasnya defisit 2,1%. Rp 300 triliun untuk bayar utang dan bunga subsidi, ada Rp 300 triliun yang ke daerah sisanya 600, 20% anggaran kita untuk pendidikan sekitar Rp 200 triliun. Jadi untuk membangun itu gak banyak sebetulnya. Jadi harus betul-betul digunakan secara optimal," tukasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads