Rendahnya penyerapan belanja negara dan daerah tersebut itulah yag menjadi perhatian bagi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam memberikan keyakinan kepada pasar dan masyarakat.
Pertama, menjaga ekonomi makro agar stabil dengan kebijakan fiskal yang sehat. Kedua, mendapatkan penerimaan negara sebesar-besarnya. Ketiga, pengeluaran yang efektif dan diarahkan pada bidang-bidang yang memberikan manfaat tinggi seperti infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Agus menyatakan pihaknya juga akan sangat memerhatikan neraca negara. Termasuk salah satunya pada utang negara. Agus Marto juga menyatakan anggaran APBN besar tetapi sisa yang bisa digunakan tidak begitu banyak.
"Penerimaan negara Rp 1000 triliun,pengeluaran Rp 1200 triliun. Bisa ringkasnya defisit 2,1%. Rp 300 triliun untuk bayar utang dan bunga subsidi, ada Rp 300 triliun yang ke daerah sisanya 600, 20% anggaran kita untuk pendidikan sekitar Rp 200 triliun. Jadi untuk membangun itu gak banyak sebetulnya. Jadi harus betul-betul digunakan secara optimal," tukasnya.
(nia/ang)











































