"Bu Karen (Dirut Pertamina) maunya harganya sekitar US$ 8,5-9 per MMBTU. Kalau segitu saya bilang siap," ungkap Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di sela acara dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Dahlan mengakui, memang harga itu lebih mahal dibandingkan dengan harga gas yang selama ini dibeli BUMN listrik. Namun jika dibandingkan dengan harga solar maka harga yang diminta PGN dan Pertamina jauh lebih murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, BUMN listrik itu akan menggunakan gas sebesar 400 mmbtu untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok dan Muara Karang.Β
"Kontraknya 11 tahun hingga tahun 2024," tegasnya.
(epi/dnl)










































