Demikian disampaikan oleh Direktur eksekutif reforminer institute, Pri Agung Rakhmanto saat dihubungi detikFinance, Rabu (26/5/2010).
"Kebijakan yang makin tidak jelas konsepnya," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya kalau mau mengontrol konsumsi premium yang lebih signifikan itu di mobil, bukan motor. Jadi dibatalkan saja rencana yang tidak jelas konsepnya ini," cetus Pri Agung.
Di tempat terpisah, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan pihaknya tidak berwenang mengomentari hal itu. Menurutnya, jika kebijakan ini benar diterapkan maka sebagai pelaksana, BUMN migas itu siap melaksanakannya.
"Kami sih siap-siap saja," jawab Karen. (epi/dnl)











































