Sri Mulyani mengatakan, serangan secara pribadi terhadap dirinya oleh sejumlah kecil tokoh politik dan bisnis telah memaksanya untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai menteri keuangan.
"Masyarakat bisnis Indonesia tidak mendukung sistem itu dikooptasi hanya karena kepentingan pribadi yang sesaat," ujar Sri Mulyani dalam wawancara khususnya dengan Financial Times seperti dikutip detikFinance, Rabu (26/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani secara mengagetkan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai menteri keuangan pada 4 Mei 2010. Sri Mulyani akan menjadi Managing Director di Bank Dunia per 1 Juni 2010. Pengunduran diri Sri Mulyani itu sempat ikut memberikan sentimen negatif ke pasar finansial Indonesia.
Setelah Sri Mulyani mundur, Presiden SBY pada 19 Mei lalu mengumumkan penunjukan mantan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan. Agus didampingi oleh Wakil Menkeu Anny Ratnawati.
Pengunduran diri Sri Mulyani sempat dikait-kaitkan dengan pengusaha yang juga pimpinan partai Golkar Aburizal Bakrie. Sri Mulyani sempat dikabarkan 'diminta' mundur oleh Presiden atas desakan Aburizal. Namun hal tersebut sudah dibantah baik dari pihak Presiden maupun dari Aburizal.
Sri Mulyani dalam beberapa bulan terakhir memang menjadi bulan-bulanan setelah menyelamatkan Bank Century (kini Bank Mutiara) dengan nilai bailout Rp 6,7 triliun. KPK bahkan sudah memeriksa Sri Mulyani terkait kasus tersebut sebanyak 2 kali. Namun berkali-kali pula Sri Mulyani menyatakan penyelamatan Bank Century dilakukan untuk mencegah terulangnya krisis.
Sri Mulyani yang pernah dinobatkan sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia oleh majalah Forbes itu mengaku kasus Bank Century memang ditujukan untuk menyerangnya secara pribadi.
"Kasus Bank Century digunakan untuk menyerang saya secara pribadi, jadi saya menyadari peran saya sebagai Menteri Keuangan telah digunakan untuk sejumlah kelompok di DPR. Jika penggunaan uang untuk memobilisasi opini publik telah membuat saya tidak efektif (bekerja)," urai Sri Mulyani.
Atas alasan tersebut, Sri Mulyani pun akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan memilih bertugas di Bank Dunia. Ia berharap pergantian Menteri Keuangan bisa melanjutkan program reformasi.
"Kemungkinan untuk suksesnya reformasi bisa lebih baik. Itu adalah perhitungannya," ujar Sri Mulyani. (qom/dnl)











































